Langsung ke konten utama

Jangan Ketawa Dulu




No What what
Oleh: Nela Vitriani


Seorang bule tengah kesulitan menemukan lokasi wisata yang ingin ditujunya di seputar daerah Peunayong Banda Aceh. Ia bertanya kepada salah seorang tukang becak yang tidak seberapa paham bahasa Inggris yang secara kebetulan sedang mangkal di seputaran Rex Peunayong
Bule    : "Excuse me, can you show me the way to Ulee Lheue?"
Tucak (tukang becak): "Sure...sure.. come come with me"
Bule    : "What?"
Tucak: "No what what"
Bule    : What is it?"
Tucak: "No... no what what. In Indonesia say 'tidak apa-apa' (tukang becak tersenyum ramah mengingat semboyan pemerintah 'Pemulia Jamee Adat Geutanyoe')



Welcome back, Sir
Oleh: Nela Vitriani

Seorang kasir rumah makan yang tidak terlalu paham bahasa Inggris tengah melayani seorang tamu bule. Beruntung si kasir hanya perlu memencet tombol untuk memperlihatkan bill (struk) yang perlu dibayarkan oleh si bule sehingga tak perlu berkata-kata banyak.
Kasir: "This Sir"
Bule: "How much? Owh, Rp.150.000. Ok" (mengeluarkan isi dompet dan memberikan uang Rp.200.000,-)
Kasir: (mengambil uang si bule dan memberikan kembalian Rp.50.000,-).
Bule: "Thank you" (sambil beranjak pergi)
Kasir: "Welcome back, Sir"
Bule: (melihat ke arah si kasir dan kembali berjalan mendekati kasir) "Yes? Any problem?"
Kasir: "No, no problem. Welcome back"
Bule: "Yes I'm back. So, what is it?"
Kasir: "Oh, no what what Sir"
Bule: "Are you joking to me?"
Kasir: "Owh, si Joko lagi ke kamar mandi, Sir" (jawab polos sembari menebar senyuman)
Bule: "????!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Profesor

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam.  Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.    Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1.  Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar "rodok kusruh" malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi.  Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Do...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...