Langsung ke konten utama

Miss Palsu


Oleh : Nsyah

Kulihat di hari itu engkau terus mengikuti langkah arah kakiku
Seperti ada harapan yang akan goyah di tengah keakraban pertemanan kita
Segumpal harapan terus dirimu tebarkan
Dari sosok menjelma gaib menjadi nyata
Aku bukan lah kesatria yang bisa menjagamu dari kehidupan nyata

Terlalu mempercayaiku itu bukan harapan
Malahan petaka yang akan membawa luka
Benci, kecewa, rindu itu sama saja palsunya seperti cinta
Merusak keakraban yang nyata

Lihatlah hari itu engkau duduk miring di sampingku
Menyandarkan-kan kepalamu ke pundakku
Mengenggam erat tanganku
Seolah tak mau jauh dariku

Hari itu aku merasakan denyutan nadimu
Detakan kerasnya jantung-mu
Rayu manismu mememacahkan keras hati-ku

Nyata-nya hari ini kamu hilang
Tanpa pernah terlintas lagi dari hadapanku
Bahkan tanpa komunikasi dengan diriku
Banyak yang palsu berubah menjadi bangkai busuk

Seolah lama perlahan palsu menjadi nyata
Palsu yang merangkuh bangkai busuk
Melarat dalam kesedihan, itu aku bukan dia
Yang sudah menjadi abu
Membeku seperti batu 

Mungkin langit terlalu bisu
Untuk mengabarkan segalanya tentangmu 
Senyum-mu meracuni jiwaku
Hingga mebunuh perasaan-ku terkubur menjadi bangkai busuk

Banda Aceh, Senin, 18 November 2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Kehendak-Nya

Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Ule Glee, Pidie Jaya Tetesan embun menyerbu bumi Memaksa sang awan menangis Butiran-butiran bening menari Senyuman mentari menghilang  Langit gelap Perlahan-lahan menutupi bumi Suara sang katak mulai terdengar Mereka terisak Genangan air menghanyutkannya Mereka tenggelam Tak dapat diselamatkan Semua terdiam Tak ada bisikan Itulah kehendak-Nya

INDONESIA

                                                                                                Oleh: Suci Astafrina Ini Indonesiaku, yang katanya telah merdeka sejak proklamasi dibacakan Senjata-senjata yang membuat luka, Kini hanya terpajang tanpa kuasa Lihatlah!!! Ini Indonesiaku, yang di setiap tangan para pemburu harta dan kuasa, Ada senjata yang lebih tajam dibandingkan rencong dan keris Bunyinya tidak mendesing tidak juga meledak Bentuknya tidak runcing, tetapi tetap tajam tatkala m...