Langsung ke konten utama

Pidie, Utusan Pemerintah Aceh ke HUT TMII 2020



Pemerintah Aceh melalui suratnya bernomor 431/12793, yang ditujukan kepada Bupati Pidie,  tanggal 15 Agustus 2019, menunjuk Pemerintah  Kabupaten Pidie sebagai utusan resmi dan  wakil Aceh  untuk  mengikuti   seluruh rangkaian kegiatan  pentas seni budaya daerah  Nusantara, di HUT TMII 2020. Kegiatan  seni budaya tingkat Nasional  pada even Akbar dan  bergengsi itu antara lain adalah Gelar Gita Natya Nusantara,   Expo Produk Unggulan Daerah / Nusantara, Pawai  Budaya Nusantara , Gelar Citra Budaya Tradisi, Festival Kuliner Khas  Nusantara, dan  Parade Seni Beladiri Nusantara .

Semua acara yang bersifat  kompetisi,festival, parade, expo dan penampilan seni  dikemas oleh  TMII  sedemikian rupa padunya, sehingga seluruh peserta dari daerah se Indonesia merasa sangat terhormat bila mendapat kepercayaan penuh dari Pemerintah Propinsi  masing masing,  untuk berperan serta di ajang  Kaliber Nasional itu

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Pidie , melalui Kepala Bidang Kebudayaan , ibu Nurhayati S.SOS dalam  koordinasi dengan Pimpinan Anjungan Aceh di TMII yang sedang bertugas di Banda Aceh, Kamis, 5 Desember 2019,  menyatakan  Kabupaten Pidie insyaallah siap memberi yang terbaik untuk Aceh di forum terhormat itu, dan mulai  mempersiapkan koordinasi lintas instansi  terkait, sesuai harapan tertulis   yang diamanahkan oleh Pemerintah Aceh.

Nurhayati juga menyampaikan  di akhir pertemuan koordinasi itu,    spirit budaya  dengan bunyi " Dari Aceh untuk Indonesia ".tutupnya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...