Langsung ke konten utama

JUNKFOODS ITU MAKANAN SAMPAH MEMBAWA SENGSARA


dok. Hawagym.com

Oleh Ocky Chairunisha
Mahasiswis Jurusan bahasa Inggris, IAIN Langsa, Aceh
Makanan adalah bahan yang biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup  untuk mendapatkan tenaga dan nutrisi. Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya diperoleh dari hasil bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain.
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan  makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat dan lemak adalah beberapa contoh gizi yang akan didapatkan dari makanan
Seiring perkembangan zaman, kini makanan tidak hanya berupa bahan utuh yang didapat dari alam, namun diolah menjadi sajian yang lebih menarik. Keberadaannya pun mulai beragam dengan berbagai macam inovasi yang dibuat oleh manusia. Adapun kelompok makanan yang kini sedang menjadi tren dan mewabah di seluruh penjuru dunia yaitu Junk food. Kata Junk food berasal dari Bahasa Inggris, junk yang berarti sampah dan food artinya makanan. Maka secara bahasa junk food adalah makanan sampah. Junk food adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau rendah gizi. Berikut  merupakan ciri-ciri junk food  yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat kita yakni, makanan berkadar garam tinggi. Kedua, bergula tinggi. Ketiga, berlemak tinggi, ke empat kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral. Ke lima, mengandung banyak sodium (garam-garaman). Ke enam, Lemak jenuh. Ke tujuh, tinggi kolesterol dan ke delapan, mengutamakan cita rasa.
Nah, penting pula kita mengenal sejumlah contoh junk foods tersebut. Adapun contoh makanan yang tergolong junk food di antaranya adalah:
·      Makanan kaleng, makanan yang dikemas dalam kaleng mengandung banyak bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan
·      Gorengan, gorengan menjadi salah satu golongan junk food karena mengandung lemak, kalori dan minyak yang sangat tinggi
·      Mie instan, makanan favorit semua kalangan ini ternyata memiliki banyak sekali kandungan pengawet dan juga kadar garam
·      Jeroan, jeroan mengandung banyak lemak jenuh dan tinggi kolestrol
·      Makanan manis seperti es krim dan kue coklat memiliki kandungan gula yang cukup tinggi
Saat ini banyak anak muda cerdas yang berlomba dan bersaing dalam menciptakan sebuah inovasi bisnis,  salah satunya dengan menciptakan kudapan kekinian. Contohnya saja seperti mie instan. Dulu penyajiannya hanya berupa mie tanpa ada penambahan bahan-bahan lain. Namun semenjak tren mie instan akhir-akhir ini banyak sekali pebisnis yang menjual mie instan kekinian dengan tambahan daging olahan seperti sosis dan kornet kaleng. Mereka juga menambahkan saus dengan tingkat kepedasan yang luar biasa pedas. Dan tidak hanya itu, mereka pun menggabungkan antara rasa Indonesia dan Eropa, contohnya seperti penambahan keju pada sajian mie instan. Adapun yang menciptakan menu burger mie instan itu nikmat adalah dengan penambahan daging olahan yang sangat banyak. Hal ini tentunya menjadikan mie instan menjadi makanan double junk food, karena kalori dan kandungan lemak jenuh yang meningkat. Inovasi seperti ini tentunya untuk tujuan bisnis demi meraup keuntungan karena melihat persaingan bisnis yang semakin pesat. Mereka mulai menyadari bahwa inovasi perlu diciptakan untuk menarik minat konsumen. Namun terlepas dari persoalan bisnis, sejak kemunculan tren makanan kekinian, makanan yang awal mulanya sudah tergolong junk food menjadi semakin parah tingkat ketidaksehatannya bagi tubuh. Ada banyak masalah kesehatan bagi tubuh yang paling banyak disebabkan oleh junkfood yakni, obesitas, diabetes, penyakit jantung, kanker dan keracunan makanan.

Sayangnya, hingga detik ini, junkfood masih menjadi primadona di tengah masyarakat luas. Masyarakat masih belum tergerak untuk meninggalkan makanan jenis junkfood karena dirasa junk food merupakan makanan yang mudah didapat dan harganya pun murah. Padahal sudah jelas bahwa dampaknya sangat buruk bagi tubuh. Seperti disebutkan di atas,  junk food bisa merusak sistem organ manusia secara perlahan. Nah jika kita merupakan penggemar junkfood itu tandanya kita sedang berjalan menuju kesengsaraan bukan? Mari mulai sekarang tinggalkan makanan yang tidak baik bagi tubuh dan bijaklah dalam memilih makanan yang baik. Tubuh kita merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang harus dirawat agar tidak cepat rusak. Merawat tubuh maka kita juga menghargai ciptaan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...