Langsung ke konten utama

Berani Berhijrah Itu Hebat


Oleh Nadiatul Asra
Mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Araniry, Banda Aceh

Sering kali kita ingin berubah menjadi lebih baik, tetapi tidak tahu harus dimulai dari mana. Ingin hijrah, tetapi malu untuk memulainya? Bahkan masih ragu-ragu. Kenapa harus malu? Kenapa harus ragu-ragu untuk menjadi lebih baik? Bukankah berubah menjadi lebih baik itu baik. Maka jangan pernah ragu untuk memulainya. Tak sedikit orang yang sadar akan menyesali perbuatan masa lalu yang kelam, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berhijrah.
Lalu, apa itu hijrah? Makna dari hijrah untuk seorang muslim dan muslimah adalah keluar dari kekufuran menuju keimanan, berpindah dari kehidupan yang buruk menuju kehidupan yang lebih baik. Banyak orang yang mendambakan menjadi seorang muslim dan muslimah sejati, namun tidak ada usaha untuk memulainya. Mungkin karena alasan sebagian orang yang mengira bahwa hijrah adalah suatu hal yang sulit. 
Memang benar, karena akan ada banyak godaan ketika kita memutuskan untuk berhijrah. Namun bagi seorang yang telah yakin dan memantapkan hatinya, senantiasa mencari rida Allah. Hal itu bukanlah masalah, karena yang demikian itu akan menjadikan motivasi dan tantangan untuk menguji seberapa kuat iman seorang dalam proses hijrahnya.
Hal yang paling sulit dalam berhijrah adalah Istiqamah dalam hijrahnya. Istiqamah yaitu hal yang dilakukan secara terus-menerus dan tidak berhenti. Ada banyak cara agar hijrahmu tetap istiqamah. Salah satu caranya adalah berteman baik dan dekat dengan orang-orang saleh dan salehah. Sehingga bisa saling memberikan nasihat satu sama lainnya. Selain itu juga harus mempunyai prinsip yang kuat dan sabar dalam menghadapi godaan yang sekiranya melemahkan iman, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Insya Allah, semua bisa dilewati dengan mudah.
Dalam berhijrah, seseorang akan mengalami proses yang tidak sebentar. Terkadang banyak godaan menghampiri, bisa datang dari dalam diri maupun dari luar. Godaan-godaan yang menghampirimu adalah untuk menguji seberapa kuat dan kokoh iman kita, apakah kita akan goyah atau semakin taqwa untuk tetap berada di jalan Allah. Apabila kita mudah goyah, maka kita harus memperbaiki niat kita, yaitu niat hanya karena Allah dan untuk mencari Rida-Nya.
Berhijrah tidak hanya tentang menutup aurat, akan tetapi juga tentang memperbaiki akhlak, memperbaiki agama dan menyempurnakan iman. Dimulai dengan memperbaiki cara berpakaian, kemudian memperbaiki akhlak dan mempercantiknya dengan cara berperilaku baik dan sopan kepada siapa pun, serta saling memberikan nasehat sesama muslim dan muslimah lainnya agar semakin baik lagi.
Hijrah sebenarnya tidak sulit, mudah bagi orang-orang yang hebat. Dengan berhijrah hidup akan terasa tenang, hati kita akan tentang. Selagi masih diberikan kesempatan untuk hidup, maka jangan sia-siakan sisa hidup kita. Setiap yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah, agar setiap yang kita lakukan berkah dan bernilai pahala. Lakukan kebaikan dan jadilah bermanfaat untuk orang lain. Semua godaan dan ujian selama berhijrah akan bisa dilewati dengan mudah asalkan kita terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...