Langsung ke konten utama

Jelang UN 2020, Siswa SMAN 6 Banda Aceh Ikuti Outingplus

dok. Hari

Banda Aceh, 09 Maret 2020. Sebanyak 80 an siswa SMAN 6 Banda Aceh mengikuti kegiatan Outingplus. Kegiatan yang dilaksanakan sekolah tersebut bekerjasama dengan Atjeh Smart Adventure(ASA) di Taman Tepi Laut Lhoknga. Dalam keterangan persnya, Ernita S.Pd.,M.Pd Wakil Kepala Sekolah, Bidang Kurikulum menegaskan  bahwa pihaknya berharap “Dengan kegiatan yang dilaksanakan ini dapat mempersiapkan mental-mental baja para siswa kita untuk menghadapi Ujian Sekolah pada tanggal 20 Maret 2020 dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serta mempersiapkan mereka secara pribadi dan mental untuk merasa siap menghadapi ujian keduanya. 
Direktur ASA Erbi Sanjaya, S.T menyebutkan lembaganya memiliki target agar para peserta mampu memiliki kepercayaan diri yang baik dalam menghadapi UN ke depan dan mampu bekerjasama dengan tim.  Hal ini diharapkan dari beberapa arena  permainan yang disiapkan oleh timnya seperti Spider Web, Flying Fox, Helium Stick dan sebagainya.
Salah satu peserta kegiatan Fajar Sultan, siswa kelas III IPA menyebutkan “Dalam kegiatan ini mengajarkan kami untuk lebih kompak dan memikirkan solusi bersama dan juga kita harus berani mengambil keputusan. Di akhir sesi kegiatan, para peserta juga diberikan motivasi singkat tentang kiat menghadapi UN oleh salah satu facilitator ASA yang juga dosen Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Harri Santoso.,S.Psi.,M.Ed. 
Dalam paparan singkatnya beliau menyebutkan 2 hal yang penting dalam menghadapi UNBK yaitu percaya diri dan kerjasama dalam meraih kesuksesan. Lakukan kerjasama dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dan percaya diri ketika menghadapi ujian.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...