Langsung ke konten utama

ODP Covid 19 Banda Aceh Menyebar di Semua Kecamatan



*Wali Kota Imbau Warga Waspada


Banda Aceh - Data terbaru yang bersumber dari Dinas Kesehatan Banda Aceh, hingga Jumat (27/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Banda Aceh sebanyak 31 orang hingga Kamis (26/3/2020).

Sejumlah ODP tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang di Banda Aceh. Kecamatan Syiah kuala 8 orang, Kuta Alam 3 orang, Baiturrahman 4 orang, Meuraxa 2 orang, Banda Raya 4 orang, Ule Kareeng 2 orang, Lueng Bata 3 orang, Jaya Baru 2 orang dan Kuta Raja 3 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pemantauan berjumlah 4 orang.

Menurut informasi Dinkes kota, 31 orang tersebut dinyatakan baru saja pulang bepergian dari luar daerah bahkan luar negeri dan sempat berinteraksi dengan PDP.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta masyarakat terus menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah.


"Mohon untuk mematuhi imbauan yang ada. Warga diminta terus terapkan social distancing jika berkomunikasi dengan yang lainnya, jangan ada yang ambil risiko, hindari kontak langsung dengan ODP" kata Aminullah.


Sekedar informasi, juru bicara (jubir) Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, sampai hari ini sudah ada 1 orang yang dinyatakan positif corona, yakni pasien berinisial AA yang meninggal pada, Senin (23/3/2020)


Sementara PDP yang meninggal kemarin, Rabu (25/3/2020). Belum ada hasil pemeriksaan spesimennya dari laboratorium Balitbang Kemenkes RI. Artinya, baru 1 orang yang disimpulkan positif.


Jumlah ODP juga terus meningkat, dari sebelumnya 219, kini totalnya mencapai 226 ODP yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Aceh. Sedangkan total PDP hingga Kamis 26 Maret 2020 bertambah lagi, totalnya sudah 40 PDP, yang sudah pulang 34 orang, dalam perawatan 5 orang, 1 pasien meninggal.


Skala nasional, melalui jubir pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengungkapkan, hingga Kamis (27/3/2020) total jumlah pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 893 kasus. Dari 790, sebanyak 35 pasien sembuh dan 78 meninggal.


Mengutip sumber dari Worldoinfo.com, hingga Kamis (27/3/2020), tercatat 532,224 orang lebih di seluruh dunia terjangkit Covid-19. Sementara korban meninggal dunia sebanyak 24,087 dan 124,326 orang berhasil disembuhkan.(riz)


————————




Wali Kota Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Penjualan Lewat Online


* Memutuskan Rantai Covid-19


Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan media internet dalam memasarkan produk dagangannya.


Hal tersebut, katanya, untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona dari aktivitas jual-beli langsung yang bisa saja terjadi.


"Dalam situasi seperti ini sudah semestinya kita memanfaatkan media online sebagai solusi. Untuk pengantaran barang kita bisa juga manfaatkan jasa kurir," kata Aminullah, 27 Maret 2020.


Aminullah menilai, hal ini juga sebagai upaya untuk membatasi diri dari kontak fisik secara langsung antara penjual dan pembeli (physical distancing) ditengah badai corona yang tengah melanda.


Ia juga mengatakan, para pelaku usaha ini juga bisa memanfaatkan media sosial dalam memasarkan setiap produknya, "seperti facebook, instagram, whatsapp dan sebagainya."


Mengingat sebagian besar pelaku usaha di Banda Aceh bergerak di bidang dagang dan jasa. Dalam tahun 2019, tercatat 12.012 UMKM dan 507 koperasi ada di Banda Aceh, mantan dirut Bank Aceh Syariah ini terus mengupayakan solusi agar bisnis masyakarat kota terus berjalan.


"Medsos kini sudah menjadi alat marketing, ini akan sangat berguna untuk kedepannya. Para pelaku usaha di Banda Aceh dalam setiap kesempatannya juga sering kita berikan edukasi tentang pemasaran produk online, ya melalui dinas terkait," katanya.


Bagi kaum milenial, wali kota juga menyarankan untuk tidak berhenti berkreasi meski dari rumah. Katanya, diam di rumah bukan berarti membatasi diri dari dunia luar.


"Mereka bisa berinteraksi sesama melalui media sosial, serta juga bisa memanfaatkan internet untuk peluang bisnis yang sedang ngetren untuk anak milenial jaman now."


"Saat ini bisnis online cukup menjanjikan, kaum muda yang punya kemampuan berbisnis pasti bisa diterapkan disini. Keharusan untuk tinggal di rumah bukan berarti berhenti berbisnis," kata Aminullah.(riz)




—————————





—————————



Aminullah: Pedagang dan Pembeli Jaga Jarak dalam Aktivitas Jual-Beli


*Biasakan Pakai Masker dan Hand Sanitizer


Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengingatkan para pedagang dan untuk senantiasa menerapkan physical distancing (menjaga jarak fisik) dalam aktivitas jual-beli di pasar. 


Hal tersebut menurutnya mutlak dilakukan di tengah pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti saat ini. "Agar pedagang menjaga jarak minimal 1,5 meter dalam aktivitas dengan pembeli," ujarnya, Jumat 27 Maret 2020.


Kata wali kota, para pedagang yang berhubungan dengan banyak pembeli termasuk dalam kelompok rentan penularan virus Corona. "Untuk itu, menerapkan physical distancing sangat penting karena virus ini menular lewat droplet (tetesan pernapasan) seseorang yang telah terinfeksi."


Jika yang bersangkutan -inang Covid-19- batuk atau bersin, maka droplet-nya dapat menyebar dalam radius satu meter lebih. "Dan jika mengenai kita terutama di selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut, maka otomatis kita akan terjangkit virus mematikan ini," katanya. 


Selain penularan langsung lewat perantara udara, virus yang menyerang sistem paru-paru manusia ini juga dapat hidup selama beberapa waktu di berbagai media. "Pada lembaran uang kertas misalnya, ia dapat bertahan hingga 72 jam. Setelah memegang uang lalu kita menyentuh area wajah, itu yang berbahaya," katanya lagi.


Sebagai upaya pencegahan, Aminullah mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. "Biasakan untuk memakai masker dan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun setiap kali usai bertransaksi."


Ia juga mengimbau agar pedagang menyediakan hand sanitizer bagi pembeli, "untuk sama-sama mencegah, demi keselamatan bersama. Proses jual-belinya pun tidak perlu berlama-lama guna menghindari potensi penyebaran virus," ucapnya. (Jun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...