Langsung ke konten utama

STOP BUANG WAKTU, KARENA WAKTU ADALAH UANG!


OlehYuhelsi Rafiqah
Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Conseling, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh



Di zaman milenial saat ini khususnya remaja, orang dewasa bahkan anak-anak di bawah umur, mereka semuanya cuma menghabiskan waktunya dengan duduk di warkop dengan percuma. Setiap pagi, sore dan malam mereka menghabiskan waktu hanya duduk di warkop dan berlomba-lomba bermain game untuk sebuah kesenangan semata. Sungguh sia-sia mereka, karena mereka hanya membuang waktunya untuk bermain game online. Mereka semua duduk dan memesan minuman hingga berjam-jam sampai larut malam yang tidak menghasilkan apa-apa itu. Sungguh kasihan nasib mereka itu
Tanpa mereka sadari bahwa waktu itu sangat lah penting, karena waktu adalah uang (money is time, time is money). Begitulah ungkapan orang barat dalam menggambarkan betapa berharganya waktu. Jika kita menyia- nyiakan waktu hanya beberapa menit saja, maka berapa banyak uang yang kita habiskan? Oleh sebab itu,  gunakanlah waktu untuk hal-hal yang positif, sehingga bisa menghasilkan hal yang postif pula. Waktu dan uang, keduanya sangat lah berharga. Setiap detik, menit, dan jam waktu terus berputar, namun sudahkan kita memberi jaminan bahwa hari esok akan menjadi lebih baik atau bahkan menjadi lebih buruk?
 Nah, dalam hal menjaga waktu,  Ibnu Abas.r.a. berkata Rasulullah saw, bersabda:” memanfaatkan lima perkara keadaanmu sebelum datangnya lima masa. Masa hidup sebelum meninggalmu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa fakirmu”. Ingat usaha yang maksimal dan diiringi bertawakkal kepada Allah, merupakan cara terbaik untuk mendapat rahmatnya.
Selain itu, ungkapan Uang memang tidak asing lagi bagi kita, karena kita semua membutuhkan uang. Apalagi di zaman milenial saat ini banyak yang lulusan sarjana, tetapi pengangguran. Mereka hanya menghabiskan uang dan waktu hanya duduk di warkop hingga berjam-jam, tanpa mereka sadari  telah menghabiskan waktu dan diri mereka untuk hal yang tidak berguna itu. 
Jika kita ingin menjadi orang sukses, maka gunakan lah waktu sebaik mungkin, buat jadwal kegiatan sehari-hari agar tahu kemana tujuan anda di masa depan. Sehingga hidup lebih terarah dan teratur. Mungkin saat ini kita banyak menghabiskan waktu kita untuk hal yang tidak bermanfaat, sehingga yang rugi pasti kita sendiri. Ya, yang rugi diri kita sendiri.
Ketika waktu pergi, kita pun akan bernadai-andai. Ya,   andai waktu bisa terulang kembali dan kenyataannya itu hanyalah mimpi. Nah, dengan demikian mulai saat ini kita untuk tidak membuang waktu walaupun hanya 1 detik, 1 menit dan 1 jam, karena yang rugi adalah diri kita sendiri. Tidak mau rugi, bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...