Langsung ke konten utama

PERAN ORANG TUA DAN GURU BK DALAM MEMBENTUK GENERASI BANGSA


Oleh : Oleh Riza Azwar
Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan  Konseling Fakultas Tarbiah
dan Keguruan, UIN Ar- Raniry, Banda Aceh

Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Begitulah yang sering kita dengar di tengah masyarakat kita. Sedangkan Instansi bidang pendidikan merupakan sebuah proses kedua setelah orang tua, bagi generasi bangsa untuk membawa perubahan bagi Bangsa dan Negara. Sebagaimana yang kita ketahui dan kita lihat bersama bahwa para pemuda pemudi bangsa kita saat ini sedang mengalami krisis moral, kenapa itu terjadi ? Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa factor penyebab yang membuat anak muda jadi krisis moral :

Pertama pengawasan/didikan orang tua terhadap anaknya kurang. Sebenarnya orang tua itu adalah madrasah pertama bagi anak,kenapa dikatakan demikian ? Bukankah madrasah pertama bagi anak itu sekolah ? Jawabannya tentu bukan. Lingkungan yang pertama dikenal oleh anak adalah keluarga.Kedua yaitu lingkungan tempat ia tinggal. Pertanyaannya apakah benar lingkungan dapat mempengaruhi tingkah laku atau moral seorang anak ? Jawabannya sangat lah benar, karena seorang anak akan meniru atau melakukan sesuatu yang berada di lingkungannya, maka menjadilah sebuah kebiasaan sehingga membentuk sebuah karakter. Contohnya jika anak tersebut tinggal di lingkungan yang baik, maka dia akan menjadi pribadi yang baik dan berkarakter yang baik, Begitu pula sebaliknya.Ketiga sekolah. Sekolah adalah hanya sebuah fasilitas belajar untuk mengarah dan memperdalam pengetahuan kita agar kita dapat mengetahui siapa Tuhan kita, mana yang hak mana yang batil, yang mana orang tua, mana guru, mana kawan, mana lawan dan mengajarkan kita bagaimana cara kita memulai kehidupan dengan cara yang baik dan benar, agar kita menjadi insan yang kamil dan berakhlak mulia.

Maka oleh karena itulah tujuan didirikan instansi pendidikan untuk membentuk anak muda-anak muda yang berilmu, berkarakter dan berakhlak mulia agar kita sebagai anak muda generasi penerus dapat membawa perubahan untuk menjadikan Negara kita ini lebih damai aman dan tentram. Tapi apa yang terjadi sekarang dengan kita ? Sekarang banyak sekali yang sudah kita lihat bahwasanya kalangan muda mudi yang kehilangan atau krisis moral. Mungkin sebagai akibat dari kurangnya pengetahuan dan pendidikan. Sungguh sangat disayangkan bukan ? 

Ya, akibat kurangnya pengetahuan dan pendidikan, mereka kurang mendapatkan informasi dan pengajaran yang baik, sehingga apa yang mereka inginkan tidak terpenuhi, maka sering mencari jalan pintas. Kurangnya pengetahuan membuat mereka tidak tahu bagaimana cara menyikapi hidup ini. Tidak jarang banyak yang terjerumus ke jalan yang salah, terlibat dalam tindakan-tindakan kriminal, seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, bahkan di kalangan perempuan ada yang terjerumus ke dunia prostitusi, dan bahkan menjadi pelaku dan korban penjualan manusia (human trafficking)

Banyaknya siswa dan mahasiswa yang terlibat dalam kasus kriminal, menuntut lembaga-lembaga pendidikan harus memiliki tenaga BK yang cukup. Oleh sebab itu di sekolah juga membutuhkan guru BK/Konselor untuk mengarahkan siswa agar siswa mudah dalam mengembangkan diri, penyesuaian diri, lebih mandiri serta pribadi yang bertanggung jawab. Dengan tersedianya tenaga BK, akan dapat membantu siswa tersebut mudah dalam menyikapi hidup, walau sekarang masih banyak yang beranggapan atau memandang BK dengan kesalahpahaman. Masih banyak orang yang menganggap guru BK sosok yang menakutkan. Guru BK di sekolah itu dianggap sebagaiPolisi sekolah.Guru BK berfungsi melayani orang sakit. Guru BKbekerja sendiri dan sebagainya. 

Pandangan lain terhadap guru BK yang juga sebagai Konselor dituntut harus aktif, sedangkan pihak lain pasif. Selain itu, apa yang terjadi selama ini, banyak yang menganggap pekerjaan guru BKdapat dilakukan oleh siapa saja dan lain sebagainya. Makanya di sekolah sangat membutuhkan seorang guru BKatau Konselor. Dengan adanya peran guru BK, akan mempermudah siswa dalam memulai hidup dan tahu bagaimana cara menyikapi hidup yangsangatkerasdi luar sana.

Sebenarnya, peran orang tua, guru BK serta guru mapel lainnya sangatlah penting dansangatdibutuhkan dalam pembentukan karakter dan berakhlak mulia terhadap anak muda –mudi saat ini. Alasannya, berperannya semua aktor pendidikan, termasuk guru BK dan Konselor tersebut, akan dapat meningkatkan pengetahuan dan membangun karakter yang baik serta akhlak yang mulia. Dengan demikian, mereka dapat membawa perubahan yang sangat baik untuk bangsa dan Negara kita.

Nah, sebagai mahasiswa yang sedang belajar di jurusan BK, punya garapan besar terhadap BK dan kebutuhan akan peran seorang guru BK kelak. Oleh sebab itu, harapan kita sebagai mahasiswa prodi Bimbingan Konseling kepada pemerintah untuk memberikan peluang pekerjaan atau posisi untuk guru Bimbingan Konseling di Indonesia yang lebih besar mengingat ksekarang sudah banyak mahasiswa yang sudah menyelesaikan studinya. Sementara julah guru BK di sekolah masih kurang. Mudah-mudahan dengan adanya peluang pekerjaan bagi alumnus BK, dapat dengan mudah membantu siswa-siswi untuk menjadikan muda-mudi yang dapat membawa perubahan buat Negara serta berkarakter Islami dan berakhlakul karimah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...