Langsung ke konten utama

Guru BK atau Konselor Penyelamat Masa Depan Siswa




Oleh Depiani
Mahasiswi jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Banyak sekali orang bertanya soal guru BK dan Konselor. Bertanya tentang apa yang dilakukan oleh guru BK atau konselor terhadap para siswa di sekolah. Pertanyaan yang selalu muncul adalah, apakah guru BK atau konselor itu bisa menyelamatkan masa depan siswa? Itulah salah satu pertanyaan yang sesungguhnya sangat penting untuk kita berikan jawaban. Walaupun banyak juga yang bertanya lebih teknis dan menjurus kepada membantu siswa dalam memilih karir. Pertaanyaan tersebut seperti “ apakah guru BK atau Konselor itu bisa membantu siswa dalam memilih jurasan?, Apakah guru BK/Konselor itu bisa  menentukan jurusan siswa?  Masih banyak pertanyaan lain mengenai guru BK/ Konselor tersebut. Ya,  banyak sekali pertanyaan orang tentang  guru BK/Konselor yang perlu dijawab.
Sebagaimana kita ketahui selama ini BK yang merupakan singkatan dari   Bimbingan konseling,  merupakan proses interaksi antara konselor dengan konseli, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya, ataupun memecahkan permasalahan yang di alaminya.   Dari proses ini, sebenarnya guru BK bisa menyelamatkan masa depan siswa.  Artinya, guru BK memiliki kompetensi untuk membantu dan meyelamatkan masa depan siswa.  Jika dia tidak berkompeten, maka sebaliknya  yang akan terjadi.  Bukannya menjadi penyelamat, malah menjadi perusak masa depan siswa.  Maka dari itu,  guru BK perlu mengetahui dan memahami kode etiknya sebagai guru BK,  agar dapat maksimal dan efektifitas alam melaksanakan tugasnya.  Guru BK perlu mengetahui peran dan tugasnya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. 

            Seperti guru lainnya, guru BK memiliki kode etik, sebagai sebuah aturan yang menjadi dasar dalam melakukan tugas sebagai guru BK. Kode etik  adalah ilmu pengetehuan  yang mempelajari tentang baik buruknya  tindakan atau tingkah laku yang dilihat dari sudut pandang akal, pikiran, cara beretika. Jadi, guru BK perlu memiliki kode etik agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal.  Kemudian, kode etik  ini merupakan tata cara atau aturan sebagai pedoman menjalani tugas dan aktivitas suatu profesi.
Nah, dalam kode etik  itu telah diatur apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang guru BK agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Ada beberapa kompetensi yang wajib dimiliki guru BK sebagai profesi yaitu sikap, pengetahuan, keterampilan.  Berikut adalah beberapa kompetensi sikap guru BK yang harus dia miliki sebagai berikut. Pertama, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukan sikap baik dan religiusnya. Kedua menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, etika dan tingkah laku yang baik. Ke tiga berperan sebagai  warga negara yang bangga dan cinta tanah air, serta tanggung jawab pada masyarakat, bangsa dan negara. Ke empat menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaanb. Ke lima taat hukum dan disiplin  dalam bermasyarakat, bangsa dan negara. Ke enam menunjukan sikap tanggung jawab terhadap pekerjaan di bidang keahliannya, sehingga dapat menjadi orang yang professional. Ke tujuh memiliki kesadaran untuk meningkatkan keahlian di bidang bimbingan dan konseling  agar dapat  mengembangkan potensi peserta didik.
Selanjutnya berikut ini merupakan beberapa yang harus dimiliki seorang guru BK dalam kompetensi pengetuahuan sebagai berikut. Pertama, menguasai prosedur bimbingan dan konseling, serta  menguasai materi bimbingan dan konseling, peran sebagai guru BK dan tugasnya. Kedua, menguasai prosedur assessment karakteristik  sasaran pelayanan bimbingan dan konseling  dengan memperlihatkan kode etik. Ketiga, menguasi prosedur dan teknik bimbingan dan konseling di bidang pribadi, soial, belajar dan karir. Ke empat, menguasai prosedur dan teknik konseling psikodinamika, humanistic, behavioristic, kognitif. Ke lima, menguasai prosedur dan penanganan isi- isu problematika dalam kehidupan masyarakat. Lalu yang ke enam adalah menguasai prosedur pengolahan dan pengembangan kewirausahaan jasa profesi di bidang bimbingan dan konseling.
Bukan hanya itu, selanjutnya beberapa hal yang harus dimiliki seorang guru BK dalam kompetensi keterampilan sebagai berikut. Pertama, mampu merancang, melaksanakan dan melaporkan dan menganalisis kebutuhan sasaran layanan dengan menggunakan intrumentasi tes dan non tes. Kedua, mampu menguasai  program bimbingan dan konseling yang komprehensif,  memandirikan, dan berwawasan perkembangan yang bersifat pencegahan, pengembangan. Ke tiga, mampu mengelola, merancang, menyusun, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasikan  layanan dasar, layanan responsive, perencanaan individual dan permintaan dan dukungan system secara individual, kelompok, kelasikal 

Dari uraian di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa Bimbingan dan konseling memang sangat dibutuhkan oleh  orang-orang di zaman milenial ini.  Dengan adanya bimbingan dan konseling ini, orang orang dapat meluapkan curahan hatinya, baik itu tentang pribadi, social, karir, dan belajar. Jadi, bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan orang dewasa, anak anak dan lainnya. Ya, BK sangat dibutuhkan oleh orang banyak, baik di luar pendidikan atau di dalam pendidikan.  Tenaga BK ini sangat membantu orang orang yang bermasalah, baik itu masalah pribadi,  karir, social dan belajar, terutama pada peserta didik. Apalagi,  di sekolah siswa sangat membutuhkan guru BK karena guru BK dapat menyelamatkan atau membantu siswa dalam memilih jurusan. Misalnya siswa yang kelas 3 SMA yang ingin melanjutkan  kuliah atau kerja setelah selesai  tahmat SMA. Di sinilah  perannya guru BK. Guru BK diharapkan dapat membantu peserta didik dalam menentukan jurusan atau pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Oleh karena itu  tujuan dari peran  guru BK dalam memilih jurusan untuk  membantu mengarahkan para peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sesuai dengan bakat dan peserta didik.   Dengan adanya  pemilihan jurusan untuk memasuki perguruan tinggi, dimana siswa dapat memilih jurusan sesuai dengan kemampuan masing –masing. Siswa yang mengikuti tes bakat dan minat dapat kita disesuaikan  dengan bidang jurusan siswa yang sesuai dengan peserta didik. Dengan demikian, bila guru BK bisa menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, guru BK dan Konselor bisa menyelamatkan masa depan siswanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...