Langsung ke konten utama

Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar



Oleh : Rita Handayani, S.Pd 
Kepala SD Negeri Tadu Ateuh, Nagan Raya

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan baik buruknya pribadi manusia. Dalam hal ini pendidikan juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh bagi pendidikan anak di jaman sekarang, apalagi anak yang masih berada di tingkatan Sekolah Dasar yang mudah terpengaruh oleh teman-temanya.

Dewasa ini anak-anak sudah mengenal adanya teknologi seperti game, teman sepermainan pun ikut mempengaruhi dalam pembelajaran. Game merupakan salah satu pengaruh terhadap pendidikan. Ada dua pengaruh yang timbul pada game yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Paling kurang ada tiga pengaruh positif yang bisa didapatkan anak. Pertama konsentrasi, di dalam suatu permainan diperlukan konsentrasi untuk memenangkan suatu permainan tersebut, sehingga anak-anak akan terbiasa berkonsentrasi dalam segala hal, contohnya dalam hal pembelajaran.

Kemudian yang kedua bisa menambah wawasan mereka dalam berbahasa Inggris, karena di dalam suatu game atau permainan kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris. Hal itu membuat anak-anak menjadi mengerti tentang Bahasa Inggris. Ketiga memahami tekhnologi, karena anak yang sering bermain game akan terbiasa dalam hal teknologi. 

Adapun pengaruh negatif dari bermain game yang pertama kecanduan bermain game, hal ini yang membuat anak-anak malas dalam belajar karena dalam pikiran anak hanya bermain game. Kedua kurangnya sosialisasi, saat bermain game kita tidak dituntut untuk bertemu satu sama lain. Bermain game tidak harus memerlukan banyak orang, sehingga anak akan cenderung didalam rumah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 

Bukan hanya game online saja yang dapat mempengaruhi anak-anak dalam belajar, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi pendidikan yaitu teman. Teman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan karena jika anak salah memilih teman dan anak itu sudah terpengaruh ollen temannya, maka itu akan berpengaruh terhadap pendidikannya, contohnya jika anak berteman dengan orang yang lebih dewasa, maka pola pikir anak akan mengikuti orang dewasa tersebut dan anak akan mengikuti gaya-gaya orang dewasa, seperti gaya bicaranya atau bahkan juga gaya pakaiannya.

Jika anak sudah seperti ini, maka akan sulit untuk mengubahnya kembali menjadi seorang anak-anak. Karena anak-anak sangat sensitif terhadap lingkungan. Jadi jika anak sudah nyaman dyngan lingkungannya, maka anak akan terus seperti itu dan itu akan berpengaruh terhadap pendidikannya.

Kita harap agar ke dapannya, orang tua juga ikut berperan dalam membimbing anak-anak serta memberikan perhatian kepada anak, sehingga pendidikan anak dapat terkontrol dengan baik. Tetapi anak juga harus diberi ruang untuk bermain agar pola pikir anak berkembang dan yang terpenting adalah anak dapat mengerti batasan. Guru dapat membantu peran orang tua, dengan cara memberi nasehat, memberi arahan, dan pengertian agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sebagai orang tua seharusnya tidak menyerahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah, karena sebaik-baiknya pendidikan itu terdapat di lingkungan keluarga.

Jadi kesimpulannya, orang tua dan guru harus ada kerjasama dalam membimbing dan mengajarkan anak supaya anak dapat merasakan perhatian dari seorang guru dan sosok orang tua.


-- 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...