Langsung ke konten utama

Kota Banda Aceh Alami Deflasi Harga Barang


Banda Aceh - Deflasi yang terjadi di Kota Banda Aceh dikarenakan adanya penurunan harga barang. Hal tersebut tergambar dari laporan bulanan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Banda Aceh Juni 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh yang di rilis per tanggal dua Juli tahun 2020.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Bustami SH menerangkan, dalam istilah ekonomi, deflasi adalah suatu periode yang mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.

“Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar”, tambah Bustami 

Kabid Statistik Diskominfotik Kota Banda Aceh Nourchalis, SE menjelaskan berdasarkan laporan BPS Kota Banda Aceh, Saat ini kondisi perekonomian Kota Banda Aceh disatu sisi sedang mengalami deflasi, yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Selain tentunya ada yang mengalami kenaikan dan ada juga yang posisinya stabil atau tetap. 

“Diantaranya yang mengalami penurunan indeks pengeluaran adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,02 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,66 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen” Jelasnya.

“Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok transportasi sebesar 0,42 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen”, tambahnya.

Sedangkan untuk kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks atau lebih stabil.

Secara umum gambaran indeks harga konsumen/inflasi Kota Banda Aceh pada bulan Juni 2020 dapat digambarkan tingkat inflasi tahun kalender Juni 2020 (Juni 2020 terhadap Desember 2019) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 1,97 persen, sedangkan, Inflasi year on year (Juni 2020 terhadap Juni 2019) untuk Kota Banda Aceh adalah sebesar 1,31 persen. (Rat/Hz)

Ket Foto:  Kabid Statistik Diskominfotik Kota Banda Aceh Nourchalis, SE 

  Sumber : Diskominfotik Banda Aceh  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...