Langsung ke konten utama

Respon Paceklik Ekonomi, ACT Aceh Dirikan Posko Lumbung Sedekah Pangan


Banda Aceh – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh meluncurkan Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan (GNLSP) di Masjid Nurul Huda di Kompleks Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Banda Aceh, Jumat (7/8). Gerakan ini merupakan aksi filantropi yang dilakukan dari masyarakat untuk masyarakat di tengah paceklik ekonomi akibat pandemi covid-19.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail menjelaskan, di posko LSP masyarakat yang memiliki kelebihan dapat menyalurkan bantuannya berupa donasi tunai maupun paket sembako. Relawan sebagai koordinator distribusi akan menyalurkan sedekah langsung ke penerima manfaat, di tingkat provinsi dan daerah. Penerima manfaat pun dapat mengambil langsung bantuan pangan di posko terdekat. 

“Harus ada gerakan masif guna memperbaiki keadaan sulit akibat covid-19. Masing-masing individu perlu mengambil peran sesuai kemampuannya,” terangnya.

Ia mengatakan, posko akan didirikan juga di berbagai kabupaten/kota di Aceh dengan melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), komunitas, korporasi, masjid, dan sebagainya. Harapannya, melalui gerakan secara masif maka semakin banyak pula orang membutuhkan terbantu. “Salah satu posko sudah didirikan beberapa titik oleh MRI Subulussalam. Bahkan mereka sudah mendirikannya di beberapa titik lokasi,” lanjutnya.

Ditambahkan, pada peluncuran LSP tersebut ACT Aceh juga menyalurkan paket pangan untuk keluarga positif covid-19 yang mengisolasi mandiri. “Mereka tidak.bisa keluar mencari rezeki atau membeli kebutuhan makan. Kami mengajak masyarakat saatnya turun tangan membantu saudaranya yang lagi mendapat cobaan dari Allah,” tuturnya.

Seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan program LSP. ACT dengan menyalurkan kepeduliannya melalui rekening Bank Aceh Syariah 01001930009205, BNI Syariah 6600011008, Bank Syariah Mandiri 7089786023 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap. Konfirmasi donasi dapat melalui Telepon 0651-7315352, WhatsApp 082283269008, atau instagram @act_aceh.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, menyatakan dukungannya terhadap program LSP. Ia berharap agar program tersebut terus berlanjut, apalagi pandemi covid-19 belum diketahui kapan berakhir. Ia mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan harta dapat berpartisipasi membantu korban terdampak covid-19. 

“Berbagi itu penting dan budaya masyarakat muslim. Masyarakat saat ini memiliki kebutuhan ekonomi, kehilangan pekerjaan, dan memiliki kebutuhan hidup yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...