Langsung ke konten utama

Walikota Subulussalam Berjanji, Naikkan TC Guru Pada Tahun 2021





SUBULUSSALAM, 02/10/20. Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, SE berjanji untuk menaikkan gaji tambahan tunjangan khusus atau disebut “TC” Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar Rp 100.000 bagi yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.

Hal itu disampaikan Walikota Affan Alfian di sela-sela pidatonya pada acara pembukaan konferensi XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Subulussalam dan seminar pendidikan yang berlangsung di Aula Hernes One Hotel Subulussalam, Jumat (02/10/2020).

“Ini komitmen kami pasangan Walikota dan Wakil Walikota H Affan Alfian Bintang dan Salmaza. Tahun 2021 kita naikkan TC para guru sebesar Rp 100.000. Kenaikan ini memang tidak lah besar, tetapi ini menaikkan dari yang sudah ada,” ucap Affan Alfian. 

Acara yang bertema: “Melalui Konferensi XXII PGRI Kota Subulussalam Kita Wujudkan Guru Yang Bermartabat Menuju Pendidikan Subulussalam Yang Bermutu Di Era Pandemi Covid-19” itu turut dihadiri Wakil Walikota Subulussalam Drs Salmaza MAP, Kadisdik Kota Subulussalam H Sairun SAg,  Ketua MPD. Jaminuddin SPd I, unsur Forkopimda serta sejumlah undangan lainnya.

Panitia acara juga mengundang dari provinsi antara lain, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA,. Wakil Ketua PGRI Aceh Muhibbul Khibri MPd dan sejunlah rombongan lainnya. 

Selain berjanji menaikkan TC para guru,  Walikota Affan Alfian juga berpesan kepada ketua yang terpilih menjadi Ketua PGRI Kota Subulussalam nantinya, agar bisa memperhatikan sekaligus memperjuangkan hak-hak para guru, serta diharapkan bisa secara bersama sama membangun Kota Subulussalam kedepannya. 

“Siapa pun yang terpilih nantinya, diharapkan sangat untuk bisa berperan aktif dan bisa merangkul semua pihak,  khususnya jajaran para guru di Kota Subulussalam demi pembangunan kota kita yang tercinta ini,” pesan Affan Alfian. 

Sebelumnya, ketua panitia pelaksana, Edi Mizan SPd melalui mantan Ketua PGRI Kota Subulussalam periode 2009-2019 Sahrudin Solin SPd dalam laporannya mengatakan, seyogiyanya acara konferensi PGRI ke XXII kali ini di laksanakan pada bulan April 2020. Namun berbagai kendala di musim pandemi covid-19 di hadapi oleh PGRI Kota Subulussalam sehingga acara konferensi molor menjadi bulan ini. 

Sahrudin  juga meminta maaf kepada semua pihak atas selama kepimpinannya masih banyak kekurangan yang tidak sesuai dengan harapan banyak pihak, serta ucapan terimakasih kepada semua pihak.

“Atas dukungan pemerintah Kota Subulussalam dan semua pihak, khusunya pihak swasta yang banyak membantu dan mendukung, sehingga acara konferensi ini bisa terlaksana secara lancar sederhana,” ujarnya. 

Seusai acara pembukaan konferensi itu, sorenya pihak panitia melakukan pemilihan ketua PGRI untuk periode 2020-2025 di gedung PGRI Kota Subulussalam. (Baihaki)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...