Langsung ke konten utama

"Wisata Alam, Kuliner di Tanoh Syech Hamzah Fansyuri dan Syech Abdurrauf Al-Singkily"




Oleh : Baihaki, Berdomisi di Banda Aceh

Di Wilayah Barat Selatan (Barsela) terkenal dengan destinasi panorama alamnya yang sangat indah mulai dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Singkil hingga Kepulauan Simeulue.

Selain keindahan alamnya yang masih alami juga menyajikan kulinernya yang sangat enak dan terkenal di Provinsi Aceh dan Nusantara. Siapapun yang berkunjung ke Wilayah Barsela selain bisa mencicipi langsung kuliner yang disajikan juga bisa dijadikan oleh-oleh.

Kali ini kami berkesempatan mengunjungi Kota Sadakata Subulussalam dan Tanoh Syech Abdurrauf Al Singkily di Aceh Singkil. Dua daerah ini menyajikan eksotis wisatanya yang  menakjubkan serta panganan dan kulinernya yang enak untuk dicicipi.

Pada pagi Jum'at (02/10/2020) bersama Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh Bapak Muhibbul Khibri. Lalu seorang guru SD berprestasi dari Kota Subulussalam Bapak Misbar, mengajak kami untuk melihat langsung air terjun yang berlokasi di Desa SKCP Penuntungan.

Setibanya di lokasi air terjun yang tak jauh dari pusat Kota Subulussalam dalam kawasan Kecamatan Penanggalan, pemandangan indah pun tersajikan. Sungai kecil yang mengalirkan air berwarna jernih ingin rasanya berlama-lama di lokasi ini.

Setiap sore harinya masyarakat yang berada di Kota Subulussalam memadati lokasi air terjun ini untuk mandi dengan keluarganya. Kemudian pada hari Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi wisatawan lokal seperti dari Aceh Selatan,  Singkil dan Sumatera Utara untuk berwisata.

Di Desa Penuntungan, ada kebun Salak Pondoh yang ditanami masyarakat sekitar. Salak ini bentuknya kecil, namun isinya sangat manis. Berbeda dengan salak biasa. Setiap orang yang berwisata ke Air Terjun Penuntungan ini, kita bisa mencicipi Salak Pondoh dipetik dari kebun

Selain wisata alam di Tanoh Syech Hamzah Fansyuri, seorang teman juga Guru SD berprestasi yang bertugas di SD Negeri 6 Subuluusalam, Ibu Nurdiana memberikan oleh-oleh keripik pisang yang rasanya sangat enak, renyah dan manis karena dicampuri coklat.

Keripik pisang ini dinamakan "Salera Keripik Pisang." Keripik ini sangat menarik karena sudah dibuat dalam kemasan diberikan merk lokal serta dibungkus dalam tas kecil supaya mudah untuk dijinjing. Suatu panganan yang tersaji dengan bingkisan praktis.

Selanjutnya pada pagi Sabtu (03/10/2020) bersama Ketua PGRI Provinsi Aceh Bapak Al Munzir, berkesempatan mencicipi kuliner khas Singkil di Warung Sinanggel 580 yang berlokasi di pinggir jalan Desa Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.




Di Warung Sinanggel 580 yang dikelola oleh anak muda Alumni Program Studi Bahasa Inggris FKIP-Unsyiah ini menyajikan menu pada pagi harinya Gedah (Limpeng) Sagu disajikan dengan Kuah Durian yang rasanya sangat enak dan nikmat.

Kemudian di Warung Sinanggel 580 tersedia Lompong Sagu yang bahan dasarnya terbuat dari sagu, pisang, gula dan kelapa kemudian dipanggang. Panganan tradisional khas Singkil ini sudah lama tenggelam, namun diangkat kembali oleh Wanhar.

Sebagai saran untuk lebih menarik, bagi yang memesan lampong sagu ini untuk dibawa pulang supaya nantinya dimasukkan dalam kotak yang dicantumkan pada kemasannya  "Lompong Sagu Khas Aceh Singkil Cita Rasa Sepanjang Masa."

Tak ketinggalan Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil Bapak M.Najur mengajak kami untuk makan siang disebuah warung warung nasi kawasan Rimo yang menyajikan menu Sup Kepiting dan Rendang Lokan. Kepiting disini rasanya lebih manis didapati dari Sungai Gosong Telaga.

Selain kulinernya khas Singkil yang lezat, Tanoh Syech Abdurrauf Al-Singkily memiliki panorama alamnya yang sangat indah. Kalau selama ini publik hanya mengenal Pulau Banyak terdiri dari puluhan pulau yang setara dengan keindahan di Raja Ampat Papua.

Namun ada satu lagi destinasi wisata yang harus kita dikunjungi, yaitu Danau Bungara Pelempoh Leja yang lokasinya berada di Desa Danau Bungara Kecamatan Kota Baharu. Danau ini merupakan danau terbesar kedua di Aceh Setelah Danau Laut Tawar.

Danau Bungara ini dikelola oleh pegiat wisata lokal Bapak Hasan Basri Lingga yang tak lain adalah orang tua Wanhar. Untuk mengelilingi danau ini tersedia bungki yang telah dihias. Di Danau Bungara tersedia ikan bakar yang langsung dipancing dari kolamnya.

Saat berada di Aceh Singkil, dua orang teman memberikan oleh-oleh, yang pertama Bapak Adnan Mahmud Guru MTsN 1 Singkil, beliau memberikan Lokan yang telah dikupas dan direbus. Singkil merupakan penghasil lokan terbesar di Provinsi Aceh.

Selanjutnya yang kedua Bapak Soeriadi Kepala SD Negeri 1 Kuala Baro memberikan oleh-oleh Ikan Asin Tuih. Ikan Tuih ini terdapat di lautan Kuala Baro kemudian dijemur hanya memakai air laut untuk mengasinkannya. Ikan Asin Tuih ini rasanya tiada duanya.

Demikianlah wisata alam dan kuliner yang kami kunjungi di Wilayah Barsela khususnya
di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Selatan dengan harapan pemerintah setempat harus berperan aktif untuk mempromosikan wisata dan kuliner yang menjadi ikon daerah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...