Langsung ke konten utama

SEKDA ACEH, MELANTIK 2 PEJABAT BPPA, JAKARTA




Banda Aceh,Potretonline.com,  15/11/20. Dua (2) Pejabat struktural di Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, dilantik dan disumpah sebagai Pengawas oleh Sekretaris Daerah Aceh, Dr. Taqwallah, M.Kes atas nama Gubernur Aceh untuk menjalankan tugas dalam jabatan yang diembannya, pada hari Jum’at, bertempat di Anjung Mon Mata Banda Aceh, (13/11/2020).

Pejabat itu, masing-masing Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat atas nama Drs.Teuku Syafrizal, MSi sebagai Kasubbid Promosi dan Pameran serta Ir. Cut Putri Alyanur MM, dari Kasubbid Promosi dan Pameran dimutasi sebagai pejabat Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat. Kedua pejabat ini hanya berganti posisi tempat tugas saja.

Dengan memakai pakaian Korpri lengkap sesuai protokol kesehatan Covid 19, seperti face shield, sarung tangan karet, masker dan tempat duduk yang berjarak sesuai nomor urut dan denah yang telah ditentukan. Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk -+ 200 PNS ini berlanjut dengan penanda tanganan Pakta Integritas serta penyerahan petikan SK jabatan baru, berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Dalam amanat dan arahan kepada pejabat pengawas itu, Sekda menyampaikan bahwa, kegiatan mutasi ASN yang perdana ini adalah kegiatan pelantikan pertama setelah Ir. Nova Iriansyah, MT dilantik sebagai Gubernur Aceh oleh Mendagri.

Adapun pengisian jabatan pada pelantikan ini telah di setujui oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Mendagri pada April 2020, namun baru dilantik sekarang karena efek Pandemi. “ Pelantikan hanya ditujukan untuk mengisi jabatan kosong, karena PNS yang pensiun atau mangkat, pergeseran, dan untuk jabatan promosi pejabat baru, kata, Sekda ”.

Disampaikan pula oleh Sekda Taqwallah, bahwa pejabat yang dilantik hari ini adalah PNS yang telah di evaluasi secara cermat dan ketat aktivitas kinerjanya. Hendaknya semua pejabat bekerja lebih dari biasanya, guna memanfaatkan potensi tim kerja. Binalah para staf, manfaatkan potensi dan kelola kelemahannya, sebagai bahan pertimbangan.

Dalam arahan penutupnya, “ Sekda menyampaikan, semangat untuk bekerja lebih dari Harapan, apa yang dapat dikerjakan hari ini lakukanlah, jangan menunda kerja hari ini, untuk dikerjakan esok hari, pungkasnya “.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...