Langsung ke konten utama

TERNYATA SALAH





Oleh : Aniesa Salsabila

Pelajar SMP IT Nurul Ishlah, Banda Aceh

   

 

 “Kukuruyuk-kukuruyuk”terdengar suara ayam berkokok,aku tersontak kaget segera bangun dan duduk diatas kasur.Aku menoleh ke arah jam dinding menunjukkan jam 06.00.Segera mandi dan bersiap  untuk berangkat sekolah.Tak lupa sebelum berangkat sekolah aku sarapan dengan terburu buru.Setelah sarapan aku menghampiri ibu dan ayah untuk berpamitan berangkat sekolah.Tanpa berlama lama  akupun berjalan keluar rumah dengan tergesa gesa untuk menuju sekolah yang terletak  jauh dari rumahku.

             Aku melirik jam tangan, sudah menunjukkan pukul 07.30.  Pertanda sudah telat.Aku langsung berlari dengan kencang agar bisa sampai ke sekolah.Dari kejauhan sudah terlihat bangunan sekolah yang berwarna hijau dari balik pepohonan.Saat sampai di depan sekolah ternyata pintu pagar sudah ditutup.”Haduh hari ini terlambat lagi”ucapku sembari membungkukkan badan dan  memegang kedua lutut karena lelah berlari.Aku memutuskan untuk duduk di samping pagar sembari menunggu guru untuk membuka pintu pagar.

              “Terlambat lagi kamu Nia,setiap hari terlambat,bingung saya mau kasih hukuman apa”ujar suara tersebut.Seketika aku langsung kaget dan berdiri,”ii-yaa b-buu maaf”ucapku terbata - bata karena takut akan ditegur.”Ya sudah, masuk ke kelas.Sekarang pelajaran ibu”ucap bu Yani guru IPS.Langsung aku berjalan menyusuri koridor sekolah dan masuk ke kelas 8-1.”Eh Nia kamu terlambat lagi hari ini”tanya Fika sahabatku.”Iya Fik,aku telat bangun, sudah capek lari larian, eh sampai ke sekolah telat juga.Ketemu dengan bu Yani lagi pagi- pagi. Aduh bikin badmood saja”ujarku sembari meletakkan tas di atas kursi.

             “Ekhem permisii”ucap bu Yani memecahkan keributan kelas.Bu Yani pun melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas dan duduk di meja guru.”siapa yang disini namanya Nia?”tanya bu Yani dengan nada yang agak tinggi.Mendengar namaku disebut, aku tersontak kaget “ss-saya bu”ucapku dengan gugup.”tolong maju ke depandan jelaskan apa alasan kamu selalu pergi sekolah terlambat”ujar bu Yani.Dengan segala keberanian langsung aku maju ke depan kelas dan berdiri di depan semua siswa.”saya terlambat karena rumah saya jauh bu”ujarku kepada bu Yani.”Oh jadi karena rumah kamu jauh kamu terlambat?  Memang tidak bisa bangun lebih awal ya? Ya sudah, kamu berdiri di atas meja selama pelajaran ibu, karena kamu tidak disiplin”jelas bu Yani.

  “TETETETET”bunyi bel istirahat pertanda pelajaran telah usai.Semua siswa  berhamburan ke luar kelas.Dengan badan yang lemas aku duduk kembali di atas kursi setelah menahan pegal berdiri di atas meja.”Niaa yuk jajan”ajak Fika ,”Ngga Fik kamu saja duluan”jawabku.Aku benar benar lelah hari ini.”Huh bu Yani bener bener kejam”ketusku dengan kesal.

 

            Jam istirahat aku habiskan sendirian di dalam kelas sembari bermain rubrik.”heh Nia dipanggil bu Yani ke BK”ucap Fika memecahkan fokusku yang sedang mengotak atik rubrik.”Hah ngapain lagi aku ke BK,sudah capek berdiri selama pelajaran IPS”ucapku.Dengan perasaan kesal aku menuju ke ruangan BK,terlintas di pikiranku apa karena aku tak menghiraukan teguran teguran halus dari guru

 ”Permisi buk,tadi ibu manggil saya ya ke ruangan BK”Ucapku  menghampiri bu Yani di ruang BK.

”Iya Niaa,silahkan duduk”jawab bu Yani. 

Seketika aku dilanda keringat dingin karena aku melakukan kesalahan yang sama lagi.

”nak ibu harus bagaimana lagi biar kamu tidak terlambat.Kamu tahu kenapa ibu berdirikan kamu di atas meja?”tanya bu yani.”

Tidak buu”jawabku.”Karena lelah kamu hari ini tidak sebanding dengan lelah kamu di masa depan jika kamu tidak disiplin.Ibu menghukum kamu bukan karena ibu kejam, tetapi karena ibu sayang pada kamu.Ibu ingin semua siswa ibu jadi anak yang sukses”Jelas ibu Yani.

Tak terasa ternyata air mataku berlinang,penilaianku terhadap bu Yani salah.Ternyata bu Yani menghukum aku karena ibu ingin seluruh siswanya menjadi anak yang sukses termasuk aku.Akupun berterima kasih kepada bu Yani karna telah menyadarkanku bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan di masa depan.”Maaaf ya bu ternyata selama ini penilaian saya terhadap ibu salah,ternyata ibu menghukum saya karena ibu sayang terhadap saya”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...