Langsung ke konten utama

MIN 6 Model Banda Aceh Gelar Galaksis Kompetisi Calon Siswa Beprestasi




Banda Aceh - potretonline.com, 22/03/21. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Model Kota Banda Aceh menggelar gebyar Aksi Kreatifitas Siswa (GALAKSIS)-2. Acara yang bertemakan “Flower” berlangsung selama dua hari 20-21 Maret 2021 adalah ajang kompetisi untuk tingkat TK/RA yang bertujuan untuk menjalin persaudaraan antara peserta didik TK/RA dengan keluarga besar MIN 6 Model Kota Banda Aceh.

Acara yang dibuka oleh Kepala Kankemenag Kota Banda Aceh Drs H Asy’ari MSi dihalaman madrasah itu pada Sabtu 20 Maret 2021, disimbolkan dengan pemotongan sejumlah balon. Tepuk tangan dan sorak gembira para peserta tingkat TK/RA saat balon mengudara semakin menyemarakkan acara tersebut. Selain itu, penampilan Hadrah dari Sanggar Bungong Ban Keumang MIN 6 Model Banda Aceh turut memeriahkan Galaksis-2 ini. 

Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Kota Banda Aceh memberi apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan Galaksis-2. Ia berharap, ajang kompetisi ini dapat melahirkan generasi hebat bermartabat dalam bingkai Islami. 

Ketua panitia Nurhadiah SPd I mengatakan, Galaksis-2 diikuti 158 peserta dari 23 perwakilan Taman Kanak-Kanak yang ada di Banda Aceh. Bidang yang diperlombakan terdiri atas 7 cabang, di antaranya, cerdas cermat, pidato Bahasa Indonesia, membaca cepat, tahfiz, tartil, adzan dan rangking 1. 

Dalam sambutannya, ketua panitia menjelaskan bahwa peserta terbaik juara satu, dua dan tiga akan memperoleh sertifikat dan hadiah menarik. Persembahan teristimewa adalah lulus tanpa tes masuk MIN 6 Model Kota Banda Aceh, tuturnya.

Hilmiyati SAg MA selaku Kepala MIN 6 Banda Aceh mengatakan, “Yang melatarbelakangi lahirnya Galaksis adalah merujuk pada visi madrasah berkarakter islami berbudi pekerti qur’ani. TK/RA yang ikut dalam perlombaan ini adalah mereka yang berpartisipasi aktif pada Galaksis tahun sebelumnya. Jika berniat tidak masuk ke MIN 6, maka jangan ikut kompetisi ini,” ucapnya.

Hilmiyati juga berharap, sampai kapanpun Madrasah bisa menjadi andalan dan favorit masyarakat Aceh. Ia mengatakan dari 158 peserta hanya diambil 36 peserta yang benar-benar unggul. Peserta yang tidak lolos tetap dapat masuk ke MIN 6 Banda Aceh melalui jalur reguler pada bulan April nanti. 

Sedangkan Ketua Komite Ir Muchlis Djakfar MM menambahkan, peserta yang mendapatkan golden tiket adalah hadiah istimewa yang diberikan Madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah yang berkarakter, mampu berkompetisi dengan perkembangan zaman dan membumikan budaya literasi.

Dalam acara pembukaan turut hadir Ibu Kasi Penmad Kota Banda Aceh Dr Qadriah MPd, Pengawas MIN 6 Kota Banda Aceh, Danramil, Kapolsek, Muspika Gampong Kuta Alam dan tamu undangan lainnya. 
Semoga acara Galaksis ini akan terus menjadi ajang kompetisi yang dinanti oleh segenap warga TK/RA Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Melalui acara ini pula, akan terus melahirkan generasi islami yang membumikan serambi mekah ini.

Laporan : Jurtawani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...