Langsung ke konten utama

Niat Baik Yang TIdak Selalu Baik




Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok

Puluhan Tahun yang lalu, saya pulang petang hari bertaksi dari Bandara Soekarno Hatta menyusuri jalan pasar Minggu menuju Depok dan macet lebih dari 2 jam di sekitar Poltangan, lokasi di antara stasiun pasar Minggu dan flypass Tanjung Barat. Peristiwa yang tak pernah saya alami sejak muda menyusuri jalan ini. Pasti ada peristiwa luar biasa, apakah mobil ditabrak KRL? Ketika saya berhasil dengan susah payah lolos, ternyata penyebabnya adalah tablik akbar di jalan di sisi rel KA dan di depan POM bensin. Saat itu jalur di bawah flypass belum ditutup.

Dampaknya pasti sudah bisa dibayangkan, kemacetan terjadi di mana mana dan siapakah yang akan berfikir dan berpendapat bahwa tablik akbar itu berniat buruk memacetkan jalan? Jelas terang benderang bahwa niat diadakan tablik akbar pasti baik, menyampaikan pesan pesan luhur kepada umat manusia. Lantas kok bisa diselenggarakan di sana? Saya tak faham apakah ini kreatif atau bahlul.

Demikian pula semalaman menyampaikan ayat suci dari pelangang masjid, jelas niatnya mulia. Ikut menyebarluaskan Kalimat Tuhan di bulan mulia dan sebutkan lagi sangat banyak kegiatan warga yang berniat baik seperti itu. Di hari biasa, seringkali terjadi lebih dari sejam sebelum waktu subuh, dengan niat membangunkan umat Islam (padahal lebih dari 10 % rerata non Islam) petugas masjid di delapan penjuru angin sudah membaca doa bangun tidur dan mengaji melalui pelantang, meski suaranya tak merdu, kata katanya tak fasih, pede aja.

Jika saya sering nggrundel "bodoh" kepada supir yang memarkir mobilnya pas di tikungan puteran atau parkir di jalan sempit, padahal 50 meter di depannya ada rang kosong. Kupikir grundelanku wajar. Namun sampai hatikah aku melakukan hal yang sama kepada mereka yang para pencari pahala Tuhan superit tulisanku di atas? 

Pantas kanjeng Rasul SAW dalam haditsnya pernah menegur sahabatnya yang terlampau semangat membaca kitab suci, sehingga kekhusukan beliau terganggu. Aku yakin, beliau tak terganggu, namun pasti beliau berfikir dan merasakan bagaimana umatnya yang mencari keridhoanNya dalam ketenangan akan terusik jika ada saudaranya yang lain "bengok bengok". Pernahkah anda merasa kecewa dan sebal ketika sedang khusuk di saat menjelang fajar, tiba tiba disergap oleh suara pelantang itu dan masih beberapa jam lagi waktu menghadapNya.

Cak Satria Dharma pasti kemekel jika aku sutenya yang wadul dengan marah karena saat Siu Lian di Lian Bu Tia terganggu suara gambreng barongsai... "malekat pesuruh Giam Lo Ong itu sih tidak akan kaget sute, tapi langsung kejet kejet kena setruk...wis ojok muring muring, ditarik Gim Lo Ong temenan peno".

--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...