Langsung ke konten utama

SDIT Muhammadiyah Manggeng, Laksanakan Basjid


Manggeng/10/04/21,Potretonline.com. Menjelang datangnya bulan Ramadan, Sekolah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya kembali mengadakan kegiatan sosial. Kali ini kegiatannya bernama BASJID atau singkatan dari kata "Bakti Sosial Masjid."

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini diikuti oleh seluruh siswa- siswi SDIT dengan sancta antusias. Kegiatan ini berupa gotong- royong atau membersihkan masjid sekaligus pekarangannya,.

"Masjid yang kami tuju adalah masjid Ayah Gadeng yang terletak di Gampong (Desa) Tengah, Kecamatan Manggeng. Lokasi masjid tersebut dengan sekolah SDIT hanya melewati 2 buah gampong, karena jarak yang tidak terlalu jauh, semua siswa berjalan kaki menuju ke sana" . Demikian penjelasan ustazah Eli Gustina selaku koordinator kegiatan Basjid yang juga didampingi oleh ustazah Sri Ramona

Sebelum berangkat pihak sekolah SDIT telah mempersiapkan beberapa peralatan yang dibawa berupa penyapu lidi, pembersih lantai dan lain-lain. Tak lupa pula membeli peralatan yang akan disumbangkan untuk masjid, berupa satu buah penyapu lantai, skop, dan keranjang sampah.

Kegiatan yang dilaksanakan di hari Jum'at ini bertepatan dengan Himbauan Bupati Aceh Barat Daya untuk melaksanakan gotong royong bersama di seluruh gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya menjelang memasuki bulan suci ramadan.

Di samping masyarakat setempat, siswa siswa juga sangat bersemangat bergotong royong bersama, ada yang menyapu, mencabut rumput, mengumpulkan sampah, juga membersihkan kamar mandi. Setelah semua bersih, kegiatan ini ditutup dengan makan berama di halaman masjid dengan bekal yang sudah mereka persiapkan, membagi-bagikan es dan permen menjadikan suasana lebih seru, dan menyenangkan ditambah dorprice yang diberikan bagi siswa yang hafal surat an-naba' oleh panitia masjid. Mereka sangat antusias dengan kegiatan ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat bergotong-royong bagi para siswa, dan semoga kegiatan ini terus berjalan untuk membersihkan masjid yang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...