Langsung ke konten utama

Sambut Idulfitri 1442 H, DLHK3 Banda Aceh Kerahkan 150 Petugas Bersihkan Kota


Banda Aceh - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh mengerahkan sebanyak 150 personil membersihkan sejumlah tempat pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang musimam yang berjualan di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Banda Aceh, Kamis (13/5/2021) dini hari.

Kepala DLHK3 Hamdani Basyah, SH mengatakan, pembersihan di seputaran Kota Banda Aceh merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihaknya. Namun, menyambut hari raya Idulftri pembersihak dipusatkan di tempat para PKL dan pedagang musiman.

“Dalam rangka menjaga kebersihan di malam idulfitri ini kita mengerahkan personil lebih kurang 150 orang terdiri dari tiga zona,” katanya.

Pembersihan ini dilakukan di beberapa titik di pusat kota, diantaranya seputaran Masjid Raya Baiturrahman, Jln. Mohammad Jam, Jln. Dipenegoro, Jln. Tentara Pelajar dan kantor Wali Kota.

Hal ini dikarenakan para pedagang tersebut diminta untuk menutup dagangannya pada pukul 24.00 sesuai imbauan yang disampaikan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, yang termuat di dalam satu poin melalui surat edaran Nomor 510/358/2021, tanggal 6 Mei 2021 yang ditujukan kepada para PKL di kawasan Pasar Aceh.

“Selain kegiatan rutinitas kita menjaga kota tetap bersih, khususnya di malam Idulfitri ini kita kerahkan lebih banyak personil untuk membersihkan pusat kota,” sambungnya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat membuat kota Banda Aceh steril dari sampah dalam menyambut hari raya Idulfitri 1442 H.(Ah/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...