Langsung ke konten utama

Gunakan Tas Belanja Ramah Lingkungan

 


Banda Aceh - Potretonline.com, 15/06/21. Pemerintah Kota Banda Aceh mengajak masyarakat untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan saat berbelanja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh Hamdani Basyah saat dijumpai di Kantornya, Selasa (15/6/2021).

Ia menyebutkan, sampah plastik dapat menyebabkan permasalahan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami maka perlu dilakukan suatu upaya pengendalian terhadap timbulan sampah plastik untuk mewujudkan Kota Banda Aceh bebas sampah tahun 2025.

Imbauan ini kata Hamdani merujuk pada Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 111 Tahun 2020 tentang Kewajiban Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik di Supermarket, Swalayan dan Mall untuk menuju Banda Aceh Bebas Sampah 2025.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman juga telah mengeluarkan surat edaran Wali Kota Banda Aceh Nomor: 660/0548, dimana salah satu poin penting dari surat edaran tersebut menetapkan setiap hari Senin sebagai hari tanpa kantong plastik.

“Jadi kita imbau kepada konsumen untuk membawa tas ramah lingkungan yang dapat dipakai berulang kali,” tegasnya.

Selain itu, terhitung sejak 5 Juni lalu, setiap penggunaan kantong plastik di supermarket, swalayan dan mall akan dikutip biaya Rp.500 per lembar.

Berdasarkan data DLHK3 Banda Aceh pada bulan April lalu, Kota yang menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Aceh ini menghasilkan sebanyak 1085,52 ton sampah plastik perbulan.

Oleh sebab itu, ia berharap peran serta masyarakat dalam menyukseskan program ini guna menuju Banda Aceh bebas sampah pada tahun 2025.

“Kita harap partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam perlindungan lingkungan hidup bersama sama mewujudkan lingkungan sehat bebas dari kantong plastik.”(Ah/Hz)

WhatsApp Image 2021-06-15 at 18.24.21.jpeg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...