Langsung ke konten utama

Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah



Banda Aceh – Potretonline.com, 19/06/21. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh Alimsyah, S. Pd, MS menyambut kedatangan Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman, SE, AK, MM dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah di Jl. Tgk. Dianjung Gampong Keudah Kecamatan Kuta Raja pada Rabu (16/6/2021).

Dalam peninjauan proyek yang berlokasi di Gampong Keudah tersebut, Wali Kota Aminullah didampingi Asisten III Tarmizi dan Kepala BPKK Ikbal Rokan.

Kepala Dispersip Alimsyah mengatakan bahwa Walikota berkomitmen beserta pejabat terkait yang hadir ikut mendorong penyelesaian bangunan tersebut untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai icon referensi perpustakaan Aceh dalam membudayakan budaya baca menuju masyarakat cerdas.

"Dengan hadirnya perpustakaan ini akan memudahkan akses lengkap untuk dinikmati seperti bahan bacaan baik secara manual dan digital, terbaru, terkini dengan brand buku buku best seller l dari berbagai referensi  semua kalangan," kata Alimsyah.

Nantinya juga gedung itu diperuntukan juga untuk Dinas Perpustakaan dan Keasrsipan Kota Banda Aceh.

"Perpustakaan sebagai kampus dan gurunya orang-orang cerdas kedepan untuk semua kalangan, umur, keahlian termasuk  Disabilitas dan akhirnya ini mendukung intuk memajukan masyarakat menuju Banda Aceh sebagai Kota Literasi. Dan ini cita-cita Besar Bapak Walikota dan Wakil Walikota," ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Aminullah mengatakan bahwa bahwa gedung layanan perpustakaan ini direncanakan dibangun dengan ciri bangunan berarsitektur unik, perpaduan antara gaya modern dengan sentuhan etnik tradisional Aceh.

“Gedung layanan pustaka ini direncanakan terdiri dari empat lantai yang setiap lantainya didesain secara modern serta nantinya akan difasilitasi dengan pustaka digital yang akan bisa diakses dengan mudah oleh para pengunjung,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwasanya pembangunan Gedung Dispersip akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I dianggarkan 10 M tahun 2021 dan tahap II 11 M di tahun 2022 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).(Hus/Hz)

WhatsApp Image 2021-06-16 at 21.59.23.jpegWhatsApp Image 2021-06-16 at 21.59.24.jpeg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...