Langsung ke konten utama

611 Juta Untuk Palestina Melalui ACT Aceh

 


 

Aceh Besar - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyalurkan donasi untuk Palestina melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh sejumlah Rp 611.115.000 yang di serah terima di Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (12/7/2021).

Donasi yang terkumpul merupakan hasil dari galang dana yang dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) ruang lingkup Pemkab Aceh Besar selama kurang lebih satu bulan.

Tujuan dari pengumpulan dana ini adalah bentuk uluran tangan untuk rakyat Palestina dari rakyat Aceh Besar. Mengingat pada saat ini Palestina sedang masa pemulihan dari agresi militer yang digencarkan oleh tentara zionis Israel.

Donasi diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Kab. Aceh Besar Waled Husaini A. Wahab kepada Kepala Regional ACT Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Husaini Ismail. ACT Aceh kemudian memberikan plakat dan pigura Masjidil Al-Aqsa sebagai bentuk apresiasi dari kedermawanan seluruh masyarakat Aceh Besar.

"Kita juga harus memikirkan mereka yang memerlukan uluran tangan kita di Palestina. Ini adalah sedikit yang bisa kita lakukan. Semoga apa yang kits kumpulkan dalam waktu yang sebentar ini dapat bermanfaat kepada mereka yang sangat memerlukan di Palestina," ujar Waled.

Penyerahan donasi dilaksanakan di depan lapangan Kantor Bupati Aceh Besar dengan disaksikan oleh seluruh ASN ruang lingkup Aceh Besar. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa pigura Masjidil Al-Aqsa oleh ACT dan plakat.

"Kami sangat mengapresiasi bentuk kepedulian tertinggi masyarakat Aceh Besar terhadap nasib saudara kita di Palestina. Karena sebagaimana kita tahu mereka disana masih sangat butuh uluran tangan kita. Dan ACT akan terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan pemulihan Palestina," sebut Husaini Ismail, Kepala Regional ACT Sumbagut.

Dukungan dari Pemkab Aceh Besar ini akan segera mungkin digunakan untuk pemulihan di Palestina dengan berbagai program kemanusiaan dari ACT. Salah satu rencananya adalah untuk pengadaan ambulans di Palestina, dan jika ada dana lebih akan diarahkan untuk program lainnya. 

Sahabat dermawan juga dapat menyalurkan bantuan terbaik untuk Palestina melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap di Bank Aceh Syariah 01001930009205 dan Bank Syariah Indonesia 7089 7860 23.

Konfirmasikan bukti transfer melalui pesan pribadi ke Instagram @act_aceh atau WhatsApp ke nomor 0822-8326-9008. Donasi yang sahabat berikan insyaAllah menjadi amalan terbaik, dan juga menjadi manfaat untuk mereka yang berjuang di Palestina. []

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...