Langsung ke konten utama

ACT Salurkan Hewan Qurban ke Berbagai Kabupaten/Kota di Aceh

 


Banda Aceh - Potretonline.com, 20/07/21. Mengambil tagline Berqurban Tanpa Batas, Global Qurban - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menyalurkan 166 ekor hewan kurban sapi dari 3 negara muslim. Hewan kurban tersebut kemudian disalurkan ke 15 kabupaten dan kota di Aceh. Kurban tersebut dikirim oleh Türkiye Diyanet Vakfı (TDV), Hayrat Yardım, dan Ministry of Foreign Affairs (MOFA) Kuwait lalu dikelola dan disitribusikan ke seluruh kota dan kabupaten se-Aceh oleh Global Qurban - ACT berkolaborasi dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Aceh. 

Di masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat seperti ini, ini bentuk ikhtiar terbaik untuk menunaikan ibadah kurban tanpa batas wilayah. Dimana kini, berkurban bisa kemana saja kepada mereka yang membutuhkan.

Türkiye Diyanet Vakfı merupakan yayasan yang didirikan oleh Direktorat Jenderal Agama Islam Turki. MOFA Kuwait adalah Kementerian Luar Negeri dari pemerintahan Kuwait. Sedangkan Hayrat Yardim salah satu lembaga kemanusiaan yang dipercaya oleh Kementerian Dalam Negeri Turki untuk melayani pengungsi Suriah di dalam Turki dan memiliki fokus terhadap Indonesia.

Zulfurqan, Kepala Cabang ACT Aceh menuturkan di tahun ini mungkin sangat berat bagi sebagian kita, namun tidak melunturkan niat baik dalam berkurban. Bahkan semakin bersemangat lagi. Tahun ini sebanyak 41.500 lebih penerima manfaat di Aceh mendapatkan daging kurban dari Global Qurban - ACT.

"Seperti inilah bukti sebenarnya berqurban tanpa batas, seperti tagline Global Qurban saat ini. Wujud persaudaraan muslim tanpa batas wilayah," sebutnya, Selasa (20/7/2021).

Kurban kemudian didistribusikan ke 15 kabupaten dan kota di Aceh, yakni Subulussalam, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Lebih jauh ia menuturkan jika daging kurban ini selanjutnya didistribusikan melibatkan relawan MRI di setiap kabupaten dan kota agar tepat sasaran, yang sebelumnya penerima manfaat tersebut telah di asesment dan dilihat sehingga yang menerima adalah mereka yang layak menerima daging hewan kurban. 

"Agar tepat sasaran, karena banyak masyarakat Aceh saat ini yang masih kurang mampu dan membutuhkan," ujarnya.

Penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dari negara muslim ini dilakukan dari hari pertama lebaran Idul Adha 1442 Hijriah hingga hari tasyrik ke-3 dengan titik pemotongan hewan kurban berada di 4 lokasi, yaitu di Aceh Jaya, Lhokseumawe, Pidie Jaya, dan Aceh Besar. Selanjutnya distribusi akan disebar ke penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Hari pertama, dilakukan penyembelihan kurban di 3 titik. Dimana 10 ekor sapi di Aceh Jaya dengan mitra Hayrat, dan 50 ekor sapi di Aceh Utara. Sedangkan 6 ekor sapi disembelih dengan mitra MOFA Kuwait di Subulussalam.

Titik penyembelihan di Aceh Jaya berlokasi tepat di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang dikelola oleh ACT. Sapi-sapi yang dikurbankan juga merupakan sapi yang berasal dari LTW tersebut. Sehingga memberdayakan sumber daya lokal. Sedangkan penyembelihan di Aceh Utara berlokasi di Dayah Darul Aitam, Kec. Sampoiniet. 

"Alhamdulillah, di Aceh Utara juga ada 50 ekor sapi yang disembelih. Saat ini (tengah hari) sudah semuanya disembelih. Disana juga datang langsung mitra kami dari Turki, yang besoknya juga masih berlangsung pemotongan kurban dari mitra TDV," tambahnya.

Hari kedua dan ketiga, TDV akan kurban 100 ekor sapi, dengan membagi dua titik pemotongan yaitu di Pidie Jaya dan Aceh Besar.

Staf Program ACT Aceh Munandar mengatakan selain penyembelihan kurban, di tempat pemotongan Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Aceh Besar juga akan dibuat 'Dapur Qurban'.

"Akan ada dapur Qurban di titik pemotongan ini. Akan ada sapi yang dipotong dan diolah sedenikian rupa menjadi hidangan yang lezat, dan dapat disantap oleh masyarakat sekitar pemotongan yang sudah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kurban ini," sebutnya.

Di waktu yang sempit ini, Global Qurban masih menerima bagi sahabat yang ingin menunaikan ibadah qurban. Sahabat dapat mengunjungi tautan bit.ly/AcehBerqurbanTanpaBatas dan mengisi akan berkurban atas nama siapa, lalu melanjutkan proses pembayaran.

Atau sahabat juga dapat transfer melalui rekening atas nama Yayasan Global Qurban ke Bank Syariah Indonesia 7158523994 atau Bank Aceh Syariah 01001930009323. Lalu konfirmasikan kurban sahabat melalui pesan singkat WhatsApp ke 0822-8326-9008 atau pesan pribadi Instagram @act_aceh.[]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...