Langsung ke konten utama

Pemerintah Kota Banda Aceh Salurkan Dana Operasional Kader Pendata PK-21

 


Banda Aceh - Potretonline.com, 15/07/21. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) berhasil menyalurkan dana operasional kepada 440 kader pendata pada kegiatan Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK-21).

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Kuta Alam, Gampong Beurawe, Kota Banda Aceh, Kamis (15/7/2021). Pada kesempatan ini turut hadir, Koordinator Bidang ADPIN Saflawi TR, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida beserta jajaran, Kepala Bidang Keluarga Berencana Intan Indriani, SKM serta Sekretaris Camat Kecamatan Kuta Alam.

Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida mengatakan, pada hari ini pihaknya melakukan penyerahan secara simbolis kepada kader di Kecamatan Kuta Alam.

"Hari ini kegiatan pemberian dana hasil kerja para kader PK 21 ini tahap kedua," jelasnya.

Pelaksanaan Pendataan Keluarga 2021 sendiri sudah dilakukan sejak tanggal 1 April - 31 Mei 2021 lalu. Dikarenakan beberapa kendala, pendataan diperpanjang hingga 21 Juni lalu.

Menurutnya, ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada para kader KB yang telah sukses melakukan pendataan sesuai jumlah yang ditargetkan BKKBN Provinsi Aceh.

"Ini ada bentuk perhatian Pemerintah kepada kader kader yang telah mensukseskan PK 21," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Keluarga Berencana Intan Indriani, SKM mengatakan, target KK di Banda Aceh setelah disetujui oleh keuchik sebanyak 59.394 KK, sedangkan target APBN sebanyak 61 ribu KK.

"Direvisi setelah dilakukan pendataan oleh kader pendata di setiap desa. Ada KK tetapi orangnya tidak tinggal di desa itu, Ada juga yang sudah pindah, sehingga jumlah yang tercapai sedikit mengalami penurunan dari sebelumnya," jelasnya.

Hal senada turut disampaikan Koordinator Bidang ADPIN BKKBN Aceh Saflawi TR, menurutnya, penetapan target tidak sesuai dikarenakan pemberian informasi awal oleh keuchik tidak tepat sehingga dilakukan revisi untuk melihat fakta berapa data ril di lapangan.

Selain itu, ia juga menjelaskan fungsi PK-21 ini, yakni untuk mempermudah pihak pemerintah dalam merealisasi programnya terutama terkait, pencegahan stunting, posyandu, pembinaan keluarga dan lain sebagainya.

"Data ini merupakan data mikro berbeda sensus yang dilakukan BPS yang bersifat makro. Kemudian kita kumpulkan yang sasarannya untuk memudahkan kita melakukan program-program kepada masyarakat, sehingga data yang kita kumpulkan ini akan memudahkan kita dalam mengintervensi program apa yang ada di masyarakat," tutupnya.(Ah/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...