Langsung ke konten utama

Badan Pendidikan Dayah Akan Perbaharui Data Dayah Banda Aceh

 


*Untuk Akreditasi Dayah Tahun 2021

Banda Aceh -  Dalam rangka penguatan kelembagaan dan tata kelola dayah di wilayah Banda Aceh, Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh melakukan program memperbaharui data dayah dari hasil akreditasi dayah tahun 2021 yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh.

Instrumen pembaharuan data dayah tahun 2021 ini sesuai standar yang telah disepakati bersama antara Dinas Pendidikan Dayah Aceh dengan Dinas Kabupaten/Kota di seluruh Aceh pada saat Rapat Koordinasi Terpadu Pengembangan Dayah se-Aceh.

Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh Alizar Usman, S. Ag, M.Hum mengatakan bahwa awalnya akan dibuat berita acara. Setelah itu pihak Disdik Dayah Aceh menyerahkan blanko kuisioner pembaharuan data dayah yang nantinya akan diisi oleh pimpinan dayah, data yang diisi ini kemudian dilakukan verifikasi ulang oleh tim Disdik Dayah Aceh, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Dayah Kab/Kota Banda Aceh.

“Saat ini data dayah di Banda Aceh berjumlah 45 dayah, 398 balai pengajian, 59 majelis taklim serta 191 TPA,” kata Alizar, Kamis (19/8/2021).

Alizar menyampaikan bahwa harapan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, S. E, Ak, MM agar akreditasi dayah segera selesai tanpa kendala dan bisa mendongkrak regulasi dayah di Kota Banda Aceh.

Menurut Alizar kebijakan satu data terintegra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...