Langsung ke konten utama

BERHENTILAH MENYALAHKAN SEGALANYA




Oleh Munawarah

Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh


Sebagai manusia yang menjalani kehidupan, kita tidak lepas dari berbagai permasalahan. Masalah tidak dapat diprediksi, terkadang terjadi dalam banyak hal dan selalu membuat hidup kita sulit secara fisik dan mental. Ibarat lingkaran kehidupan yang berputar, seringkali kita merasa masalah yang kita hadapi berat dan membuat kita berpikir bahwa masalah tersebut tidak akan bisa kita lalui. Tapi percayalah. Tidak ada yang permanen di dunia ini dan suatu saat, termasuk masalah kita, akan berlalu.

Ada baiknya kita sebagai manusia selalu tetap berpikir positif dan berusaha menjauhi pikiran negatif yang muncul dari permasalahan tersebut agar permasalahan kita cepat terselesaikan dan tidak membebani hidup kita. 


Mungkin sulit untuk berpikir positif ketika kita berada dalam masalah, tetapi penting untuk diingat bahwa berpikir positif dapat membantu kita mengambil pelajaran dari masalah yang kita hadapi. Apakah kita proaktif atau memiliki masalah, kita dapat menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikannya dengan tenang.


Membaca kutipan inspirasional yang berbeda dari karakter yang berbeda dan pengalaman orang yang kita kenal dapat membantu memotivasi hidup kita. Begitu juga dengan menyalahkan segalanya. Menyalahkan adalah buang-buang waktu. Tidak peduli seberapa banyak kita menyalahkan orang lain, dan seberapa banyak kita menyalahkan mereka, itu tidak mengubah kita.


Wayne Dyer "Semua tanggung jawab adalah buang-buang waktu. Tidak peduli seberapa banyak kita membuat kesalahan dengan orang lain, dan seberapa banyak kita menyalahkannya, itu tidak mengubah kita."  Sikap menyalahkan orang lain atau menyalahkan sesuatu yang tidak bisa kita tangani merupakan sikap yang dapat menghambat kesuksesan kita. Fokus pada menerima masalah yang ada dan berhenti menyalahkan orang lain. Karena itu tidak mengubah kita menjadi orang yang lebih baik.


Menurut Wayne Dyer, mencoba menemukan legitimasi kehidupan tidak ada gunanya. Bertanggung jawab penuh atas hidup kita dan berjanji untuk menghadapi semua masalah yang membuat kita percaya diri. Jadi berhentilah menyalahkan segalanya 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...