Langsung ke konten utama

Disdik Dayah Banda Aceh Ingatkan Pimpinan Dayah


 


*Segera Serahkan Dokumen Akreditasi Dayah


Banda Aceh - Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Banda Aceh ingatkan kembali kepada pimpinan dayah agar segera menyerahkan dokumen akreditasi dayah untuk tahun 2021.


Sebelumnya, Disdik Dayah Banda Aceh telah melakukan asistensi pemenuhan borang akreditasi dayah sesuai 8 Standar penilaian utama akreditasi dayah sesuai dengan Surat dari Disdik Dayah Aceh Nomor 451.44/371 tanggal 22 Juli 2021.


Kepala Disdik Dayah Banda Aceh Alizar Usman, S. Ag, M. Hum melalui Kabid SDM dan Manajemen Muhammad Syarif, S. HI, M.H mengatakan bahwasanya sesuai arahan Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM, pihaknya terus mendorong para pimpinan dayah di Banda Aceh untuk memanfaatkan reakreditasi dayah sebagai bahan evaluasi dalam memenuhi Standar Minimal Pendidikan Dayah (SPM-PD).


"Kita mengusulkan 25 dayah untuk akreditasi. Sampai hari ini baru 8 dayah yang sudah memberikan dokumen," kata Syarif, Selasa (10/8/2021).


Delapan dayah tersebut ialah Dayah Modern Babun Najah, Dayah Misbahus Shalihin Al Waliyah, Dayah Mini Aceh, Dayah Modern Darul Ulum, Darul Mufadzal Al Aziziyah, Dayah Shiratal Mustaqim Mishrul Muarrif Al Aziziyah, Dayah Raudhatul Jannah dan Dayah Baital Atiq.


Lanjut Syarif, bahwa beberapa pimpinan dayah sudah menghubungi secara pribadi untuk meminta waktu dalam menyiapkan dokumen.


"Dari beberapa mereka ada kesibukan pada pengelola dalam mengumpulkan bahan akreditasi dayah karena formulasi akreditasi dayah telah berubah dari pola lama menuju pola delapan Standar," ungkapnya.(Hus/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...