Langsung ke konten utama

Irwanda DSi Ajak Jamaah Jangan Bermegah Megahan



Disampaikan Saat Tausiah Rutin Di Mushalla DSI

Banda Aceh, Potretonline.com-13/08/21- Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh secara rutin melaksanakan tausiah Ba’da Ashar di Mushalla Al-Bayan DSI Kota, Kamis (12/8/21).

Adapun kegiatan ini merupakan implementasi dari misi Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam meningkatkan pelaksanaan syiar Islam.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Muhammad,S.Sos.,MM mengatakan Kultum Ba’da Ashar ini diisi oleh mantan Kabid Dakwah Irwanda,S.Ag yang mengawali dengan membacakan sebuah Surah At-Takatsur (bermegah-megahan).

Kabid Dakwah tersebut mulai menjabarkan, bahwa setiap manusia sangat senang mencari kesenangan dan kemegahan dalam menuruti hawa nafsu.

“Dalam surah ini Allah SWT menceritakan tentang tabiat manusia yang cinta akan harta, tahta, jabatan. Apakah itu emas, uang, anak, istri dan seterusnya,” terang Irwanda.

Oleh karena itu, Islam tidak melarang hambanya dalam mencari harta karena itu merupakan tabiat dari manusia, begitu juga cinta terhadap wanita maupun anak karena itu hal manusiawi.

“Tapi semua itu ada etika dan adabnya, bukankah tujuan diciptakan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT semata. Banyak orang yang telah meninggal ingin dibangkitkan kembali hanya untuk beribadah kepadaNYA,” Imbuh mantan Kabid Disdik Dayah Kota Banda Aceh tersebut.

Pada akhir, Irwanda menyimpulkan bahwa banyak harta, banyak anak, jabatan tinggi merupakan cobaan yang akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak, oleh karenanya Irwanda mengajak para jamaah memperbanyak ibadah, berdzikir, bersedekah, shalat tepat waktu dan berbuat baik kepada sesama manusia.(TM/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...