Langsung ke konten utama

KALA REMAJA BERMAIN GAME

 


 

Oleh:Aksa Zabarnusy Azhar

Siswa Kelas III SMP Darul Quran Aceh (DQA), Aceh Besar

 

Apa yang anda pikirkan saat anda pertama kali mendengar kata bermain game? Pasti anda langsung menafsirkan bahwa bermain game itu adalah sesuatu yang melalaikan. Akan tetapi bagi sebagian orang bermain game ini justru menjadi sumber pencarian nafkahnya. Contohnya para gamer profesional yang sering terpampang di youtube. Dari pandangan mereka pasti berkebalikan dengan pendapat anda tadi. Jadi sebenarnya bermain game itu adalah sesuatu yang baik atau justru menjadi suatu perbuatan yang melalaikan?


Jawabannya adalah “tergantung” Mengapa tergantung? Karena dalam bermain game itu ada yang namanya batas bermain. Kalau sudah melewati batas, maka itu menjadikan kita lalai dan lupa waktu yang tentu membuat kita berpikir bahwa bermain game itu tidak bagus. Namun, kalau dimainkan dalam batas waktu tertentu, itu dapat menjadi sarana untuk menghibur diri dari stres setelah bekerja atau sekadar menyenangkan diri. Bahkan boleh juga menjadi sarana mencari nafkah. Kuncinya hanya satu, yaitu bermainlah sesuai batasnya, jangan kelewatan. 


Dari beberapa game yang saya mainkan, satu di antaranya adalah mobile legend. Pada saat kita membuka game itu pasti nanti tertulis seperti ini:"mainkanlah mobile legend secukupnya dan jangan lupa untuk beristirahat". Ini adalah salah satu contoh bentuk kepedulian developer game itu atas kesehatan kita. Dan mereka dapat kita apresiasikan atas hal itu. Jadi kesimpulan umum yang dapat kita ambil dalam kata "bermain game"  adalah baik jika dimainkan sesuai batasnya dan menjadi tidak baik kalau melewatinya. Disarankan juga kalau bermain game itu paling cepat itu tiga puluh(30) menit dan paling lama itu satu(1) jam.            

 

Dalam perspektif saya, bermain game itu adalah suatu hal yang menyenangkan, lebih-lebih lagi bermain game yang kita sukai. Kalau saya lebih condong bermain game yang bersifat taktikal atau strategi. Karena dengan bermain itu saya dapat melatih otak saya untuk lebih tajam dalam menghadapi sesuatu yang menjadi masalah bagi saya.


Nah, kembali kepada kesimpulan umum tadi, bermain game itu ada batasnya dan jangan sampai melewatinya. Akan tetapi yang sedikit berbeda dengan pendapat saya adalah dalam bermain game itu sebenarnya dapat menjadi suatu hal yang sangat baik. Yaitu dapat dijadikan salah satu sarana terapi jiwa dengan membuat program virtual reality yang berisi tentang kegiatan yang dekat dengan kegiatan sehari-hari kita yang dapat membantu menyembuhkan jiwa yang mungkin sedang tertekan.

 

Jadi, sebenarnya bermain game itu baik dan mengasyikan atau menyenangkan hati, bisa menghilangkan stress, bisa menyehatkan pikiran, sejauh kita bisa mengatur diri, mengelola waktu yang baik dan bahkan bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan dengan mempelajari dan membuat content game yang lain atau membuat panduan bermain game di youtube dan lain-lain. Bermainlah dengan bijak. Insya Allah, banyak manfaat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...