Langsung ke konten utama

SUDAH 76 TAHUN KITA BERPUTAR-PUTAR SAJA DI SEKITAR PINTU GERBANG



 

Oleh Drs. Hasbi Yusuf

 

Sebagian besar kami gagal total mewariskan keteladanan untuk kalian generasi penerus bangsa. Terlalu lama kami dibuai di dalam zona kenyamanan yang sesungguhnya demi Allah kita akui terlalu semu dan menipu kalian dan kita semua. Generasi sebelum kami telah mampu mengantarkan kita semua ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Tongkat estafet yang kami ambil alih sejak itu ternyata tidak mampu mengantarkan kita menuju masuk ke zona kemerdekaan sesungguhnya. Kami hanya sibuk berputar-putar saja sekitar pintu gerbang kemerdekaan kita. Kami tidak kuasa masuk ke dalam ruang kemerdekaan sesungguhnya. Malah telah banyak di antara kami yang memutar haluan, mencari jalan lain yang berbeda dari tujuan suci semula. Mungkin juga ada yang sangat kental dengan keinginan mengkhianati jasa, darah dan nyawa para syuhada.


Jangan teruskan sandiwara kenyamanan semu ini yang telah lama menipu kami yang akan membelenggu masa depan kalian dan kita semua. Segera tinggalkan zona kemunafikan ini, bangkit dan mulailah dengan perjuangan baru, namun tetap setia kepada cita-cita para syuhada yang telah berjuang iklas untuk kemerdekaan bangsa. Ubahlah  mainset kita  sekarang kepada perjuangan baru membangun masa depan dengan bekerja keras sejak dini tanpa menggantungkan harapan hampa yang akan mendera kalian generasi muda di masa akan datang selamanya.


Sekeliling kita semakin penuh dengan setan bergentayangan, ada yang berwujud jin semakin banyak juga dari bangsa manusia. Oleh sebab itu janganlah kalian hidup santai dan apatis, serta menyalahkan siapa pun dan pasrah dengan keadaan yang menimpa. Generasi kami cuma sibuk membanggakan sejarah kehebatan nenek moyang kita, sehingga lupa menorehkan sejarah perjuangan kami sendiri untuk menjadi kebanggaan kalian semua. Kami hanya mampu berpesan untuk kalian semua, janganlah terlalu bangga karena orang tua kalian masih kebetulan ada menyimpan harta.  Harta itupun entah dari mana. Entah halal, entah haram, entah Syubhat adanya. Sementara itu sangat banyak di antara kita, hidup miskin ilmu dan malah lebih banyak yang miskin harta. Bahkan banyak juga yang sudah papa, dan malah ada juga yang kelaparan, tapi pura-pura kaya.


Wahai generasi muda, Bukalah laptopmu untuk berselancar dengan ilmu, walau itu sangat tidak mamadai sama sekali. Selanjutnya jelajahi negeri dan seluruh penjuru dunia; Belajarlah secara mandiri; Eksplorasi, investigasi serta kumpulkanlah data dan fakta sebanyak-banyaknya, dan gunakan untuk menyusun serta membuat tahapan apa yang kamu mampu. Jika kalian menghadapi kesulitan, temui dan berkonsultasi dengan gurumu, mintalah nasihat dan doa darinya. Mana tahu mereka masih mampu memberi petuah buat dirimu, meskipun kehidupan gurumu jauh dari ukuran keberhasilan normatif kebanyakan orang saat ini, apalagi dengan yang namanya kemewahan.


Hari ini laptopmu adalah sumber ilmu penyambung lidah gurumu yang kemungkinan mereka telah banyak yang telah tiada. Jikapun masih ada mungkin sudah tidak lagi terlalu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat perkembangannya. Rencanakan masa depanmu. Matangkan Pikiranmu. Persiapkan dirimu. Songsonglah masa depanmu, maka singsingkan lengan bajumu.


Wahai generasi muda,

Bukalah laptopmu, tapi ... pesan kami jangan habiskan masa dan waktu hanya untuk manjakan dirimu, main games dan menjadi penonton saja sepanjang hidupmu. Kami tidak mampu membayangkan  bagaimana keadaan hari-hari di depan kalian ke depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...