Langsung ke konten utama

Inilah Rekap Sementara, Charming Banda Aceh Unggul Telak di Kategori Brand Pariwisata



Banda Aceh -Potretonline.com,03/09/21.  Charming Banda Aceh kembali unggul pada hasil rekapan sementara ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award tahun 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar, S.Sos melalui Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Triansyah Putra, SE, MM mengatakan, berdasarkan hasil rekapan sementara hingga 31 Agustus 2021, Charming Banda Aceh berhasil meraih 60 persen dari total voting di katergori Brand Pariwisata.

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil rekaman jumlah voting sementara, Charming Banda Aceh unggul dengan 60 persen," ungkapnya, Rabu (1/9/2021).

Angka ini meningkat dari hasil rekapitulasi pada bulan Juli lalu, dimana Brand Charming Banda Aceh juga menduduki peringkat pertama dengan perolehan suara mencapai 48,65 persen.

Adapun pesaing lainnya di kategori ini seperti Siak the Trly Malay (Kabupaten Siak) memperoleh 14 persen dari toral voting, Rising Kubu Raya (Kabupaten Kubu Raya) memperoleh 6 persen, It's OKI (Kabupaten Ogan Komering Ilir) sebanyak 7 persen, Kemilau Pesawaran (Kabupaten Pesawaran) sebanyak 5 persen, Heart of Minangkabau (Kabupaten Solok Selatan) sebanyak 4 persen.

Sementara, Exotic Sundaland (Kabupaten Majalengka), The Heart of East Java (Kabupaten Malang), The Spice Islands Maluku (Provinsi Maluku) dan Balikpapan Nyaman (Kota Balikpapan) masing-masing memperoleh 1 persen dari total jumlah voting yang masih berlangsung.

Kendati demikian, Triansyah meminta kepala seluruh elemen masyarakat untuk terus memberi dukungan terhadap brand Charming Banda Aceh.

"Meskipun begitu, ini baru awal belum akhir, jadi kami harap kepada masyarakat untuk terus melakukan voting agar bisa bertahan di posisi pertama," ungkapnya.

Proses voting ini berlangsung mulai tanggal 1 Juli – 31 Oktober mendatang, diharapkan Banda Aceh dapat kembali meraih penghargaan API tahun ini seperti tahun sebelumnya yang dimenangkan oleh Museum Tsunami sebagai Destinasi Unik Terpopuler API Award tahun 2020.(AH/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...