Langsung ke konten utama

Peringati Hari Santri Nasional, ACT Subulussalam Salurkan 280 Paket Makan Siap Saji



 

Subulussalam,23/10/21.Memperingati Hari Santri Nasional, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Subulussalam menyapa dan membagikan 280 paket makan siap saji untuk para santri di beberapa Pesantren yang ada di kota Subulussalam dalam program Operasi Makan Gratis (OMG).

 

“Program OMG  ini merupakan program yang rutin dilaksanakan oleh ACT bersama MRI Subulussalam. Jumat ini adalah agenda OMG ke-17 kalinya diadakan setelah adanya Cabang ACT di Subulussalam.” kata Kepala Cabang ACT Subulussalam, Akhi Munandar.

 

Munandar mengatakan, paket makan siap saji yang didistribusikanmelalui program OMG ini, berasal dari donasi masyarakat, baik perorangan dan juga komunitas. Adapun total paket makan siap saji yang disalurkan berjumlah 280 paket.

 

“Selama ini kita menyalurkan program OMG ini langsung ke rumah-rumah penerima dan terkadang juga ke pesantren-pesantren. Khusus dihari Santri ini, kita salurkan semua paket ini ke santri-santri yang ada dibeberapa pesantren di sini.”Ucap Munandar

 

ACT Subulussalam berharap dengan adanya penyaluran program OMG ini dapat menjadi inpirasi dan meningkatkan kedermawanan terhadap santri yang sedang menuntut ilmu di pesantren. Tim ACT juga mendorong santri untuk tetep fokus belajar dan meningkatkan kapasitas dalam memperdalam ilmu agama agar nantinya bisa berkiprah di masyarakat dengan baik.

 

Dalam kegiatan ini beberapa komunitas dan organisasi ikut berkolaborasi dalam menyalurkan paket makan siap saji, diantaranya MRI, KMPS, Salimah, BKMT dan Karyawan dealer Yamaha Alfa Scorpii Subulussalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...