Langsung ke konten utama

Diskopukmdag Banda Aceh Dapat Penghargaan Pengelolaan ODS Koperasi Terbaik

 

Banda Aceh -Potretonline.com, 24/11/21.


 Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh mendapat penghargaan sebagai salah satu kota di Aceh dengan pengelolaan Online Data System (ODS) koperasi terbaik.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh melalui Sekretaris Diskopukmdag Banda Aceh  Mohd. Ichsan Agustin, SE, Rabu (24/11/2021) di kantornya.

Ichsan mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada lima kabupaten atau kota pengelolaan ODS koperasi terbaik dari 23 kabupaten kota di Aceh yang diserahkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Helvizar Ibrahim pada forum Rapat Koordinasi Data yang berlangsung di Grand Nanggroe Hotel pada tanggal 21 s.d 23 Nov 2021.

Kata Ichsan, ada tiga indikator penilaian yang dilihat dari memperoleh kategori terbaik tersebut yaitu jumlah koperasi yang melaksanakan rapat anggota tahunan, ketepatan waktu laporan dan update data secara berkala pada aplikasi ODS tersebut.

“Selama ini Diskopukmdag terus berupaya membina dan mengembangkan koperasi di Banda Aceh seperti memberi pelatihan tentang pembuatan laporan tahunan dan hubungan kemitraan antara koperasi dengan stakeholder untuk meningkatkan pendapatan pada koperasi yang pada akhirnya diharapkan dapat mensejahterakan anggotanya serta upaya-upaya lainnya,” kata Ichsan 

Ichsan berharap, menjelang akhir tahun, Buku Tahunan 2021  agar koperasi dapat segera menyelesaikan laporan yang akan dibahas dalam Rapat Anggaran Tahunan (RAT) sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sehingga nantinya RAT dapat dilaksanakan tepat waktu.

“Koperasi  terus menyelesaikan  RAT tepat waktu dan melaporkan setiap ada perkembangan data kepada Diskopukmdag Kota Banda Aceh,” harap Ichsan.(Rid/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...