Langsung ke konten utama

60 Paket Alat Tulis Diterima oleh 60 Pelajar di Daerah Bencana



Oleh Tabrani Yunis


Alhamdulillah, upaya dilakukan oleh majalah Anak Cerdas, yang menggalang dana lewat open donasi majalah Anak Cerdas baru-baru ini, dapat membantu meringankan beban para pelajar di SMP Negeri 6 Baktya, Aceh Utara, Aceh. Sekolah ini pada akhir November 2025 terdampak  bencana hidrometeorologi yang begitu dahsyat tersebut.


Sebanyak 60 pelajar, dari SMPN 3 Baktya menerima bantuan alat tulis dari hasil donasi para orang baik yang dengan ikhlas berdonasi demi pendidikan anak-anak yang dilanda bencana. Batuan yang sangat berguna untuk menunjang proses belajar anak-anak yang telah kehilangan harta benda. 


Alhamdulillah dalam beberapa hari, terkumpul donasi sebanyak Rp 4.011.279,- ( empat juta sebelas ribu dua ratus tujuh puluh sembilan rupiah). Para penyumbang,  ada dari Malaysia, Singapore, dan dari beberapa daerah di Indonesia.


Rencananya, bantuan itu akan diberikan secara lengkap, berupa alat tulis dan pakaian seragam, namun, karena ada kebutuhan mendesak, langkah awal adalah dengan membeli sebanyak 60 paket alat tulis dan langsung dibagikan kepada para pelajar di SMP Negeri 3 Baktya, Aceh Utara.


Jumlah itu, sebenarnya belum ideal, baru hanya untuk satu sekolah, sementara masih banyak pelajar di sekolah-sekolah lain, dari SD sampai SMA. Insya Allah, majalah Anak Cerdas akan terus melakukan penggalangan dana dari para donatur yang peduli pada nasib pendidikan anak-anak di daerah bekas bencana yang sangat memerlukan bantuan para donasi.


Sebagai pihak penyelenggara,  sangat berterima kasih kepada para dermawan yang telah tergerak hati dan membantu program ini bisa terealisasi. Semoga rencana untuk membantu , para pelajar di daerah bencana untuk memiliki pakaian seragam seperti baju, celana/rok, serta sepatu dan tas sekola. Doakan ya, Anak Cerdas bisa mengajak lagi para donatur untuk dengan ikhlas membantu terwujudnya rencana lebih besar dan lebih banyak.


Untuk saat ini, kita  selayak bersyukur dan berbahagia melihat 60 pelajar di SMP Negeri 1 Baktya, Aceh Utara, Aceh sudah bisa belajar di sekolah karena sudah memiliki alat-alat tulis.


Semoga dengan bantuan alat-alat tulis ini, bisa meringankan beban mereka dan bisa belajar kembali tanpa berpikir tidak ada alat tulis saat mengikuti pelajaran di sekolah.


Sekali lagi, terima kasih banyak atas kebaikan hati dan keikhlasan para donatur membantu niat baik ini. Semoga Allah memberikan limpahan rezeki kepada para dermawan atau donatur. Amin ya Allah


Berikut adalah nama-nama para donatur yang telah menyumbang pengadaan alat-alat tulis tersebut.


  1. Dr. Abbas Muhammad (Malaysia) Rp 1.250.000
  2. Harsen, Jakarta, Rp 500.000
  3. Satria Dharma, Surabaya, Rp 500.000
  4. Andy Kurniawan, Aceh, Rp 100.000
  5. Misyiah, Jakarta, Rp 250.000
  6. Dedy Thabranizaymi Rp. 100.000
  7. Feny Natalia, Jakarta, Rp 100.000
  8. Triandi Fikri Ramadhan di Medan, Rp 150.000
  9. Arisya Anum Tabrani Yunis, Banda Aceh
  10. Eva di Singapore, Rp 1.011.279


Bagi yang mau berdonasi lagi, silakan ditransfer ke nomor rekening 0430505009, Bank BCA. Atas nama Tabrani Yunis




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Profesor

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam.  Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.    Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1.  Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar "rodok kusruh" malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi.  Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Do...